Pemkot Bandung akan Lanjutkan Proyek Pembangunan Rumah Deret di Tamansari, Ini Alasannya

Pemerintah Kota Bandung menegaskan akan melanjutkan proyek pembangunan Rumah Deret di RW 11 Tamansari Bandung.

Tribun Jabar/Cipta Permana
Kondisi puing-puing bangunan rumah warga yang telah diruntuhkan untuk proyek pembangunan rumah deret di RW 11 Tamansari, di Jalan Kebon Kembang, Kota Bandung, Kamis (1/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung menegaskan akan melanjutkan proyek pembangunan Rumah Deret di RW 11 Tamansari Bandung.

Hal itu disebabkan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kota Bandung telah menolak seluruh gugatan warga terhadap izin lingkungan pembangunan Rumah Deret Tamansari melalui putusan yang dikeluarkan dengan nomor 19/G/PTUN/2019 tertanggal 31 Juli 2019.

Kepala Sub Bagian Peraturan Perundang-undangan Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bandung, Djumhana mengatakan, dengan adanya hasil putusan PTUN tersebut maka izin lingkungan yang dikantongi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk membuat rumah deret di Tamansari sudah sah.

“Melalui putusan kemarin menyatakan bahwa gugatan dari penggugat (warga) tidak diterima. Izin lingkungan yang diterbitkan DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) sah. Dengan demikian kegiatan pembangunan bisa kembali dilakukan,” ujarnya di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kamis (1/8/2019).

Balai Kota Bandung
Balai Kota Bandung (Tribun Jabar/Cipta Permana)

Hal serupa disampaikan oleh Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung, Dadang Darmawan. Ia menuturkan bahwa proses pembangunan rumah deret bisa dilanjutkan. Sebab, gugatan yang diajukan oleh 8 KK (kepala keluarga) telah ditolak oleh PTUN.

“Karena yang mereka tuntut sudah jelas keputusannya. Kemarin kita menghormati proses itu dan menunggu sampai ada putusan. Sekarang sudah, kita harus segera melakukan rencana pembangunan,” ujar Dadang.

Dadang menuturkan, percepatan pembangunan rumah deret Tamansari ini pun merujuk pada permintaan dari 176 KK di RW 11 Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan yang kini sudah ditempatkan secara baik. Mereka yang setuju telah menerima uang sewa maupun kini tinggal di rumah susun di kawasan Rancacili menginginkan agar proyek pembangunan rumah deret dapat segera terealisasi.

Untuk itu, Dadang akan berupaya agar pembangunan tahap pertama rumah deret Tamansari bisa tuntas pada 2019 ini, dan dimulai dengan pembangunan 100 unit dari total lebih dari 400 unit rumah deret yang direncanakan serta adanya sebuah masjid.

“Karena desakan warga yang setuju juga. Ada 176 KK yang warga di sana sekarang tersebar mengontrak di Kota Bandung. Itu bukan persoalan sederhana. Seperti saat PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) juga jadi masalah karena KK dan KTP-nya masih di Tamansari tapi mereka tinggalnya di luar. Sehingga mereka kesulitan mencari sekolah. Itu menjadi dorongan kepada Pemerintah Kota Bandung untuk segera membangun di Tamansari,” ucapnya.

Meskipun izin lingkungan telah sah dimata hukum dan bisa langsung membangun, Namun Dadang menambahkan, pihaknya akan tetap menyosialisasikannya terlebih dahulu kepada warga.

“Karena sosialisasi pembangunan sudah cukup. Jadi sekarang tinggal sosialisasi penertiban aset saja,” ujar dia.

Lebih lanjut Dadang mengungkapkan, pembangunan di rumah deret Tamansari ini akan mendahulukan pembuatan masjid.

“Kita akan mendahulukan pembangunan rumah ibadah. Yang sekarang berdiri tidak akan langsung dibongkar karena sesuai rekomendasi MUI itu harus ada penggantinya dan penggantinya itu yang didahulukan untuk dibangun,” katanya (cipta permana).

Perjuangkan Hak, Warga Tetap Tolak Proyek Rumah Deret dan akan Terus Melawan Pemkot Bandung

Koordinator Forum Juang Tamansari Bandung, Eva Eryani Effendi memaparkan pelanggaran yang dilakukan Pemerintah Kota Bandung dalam proyek pembangunan rumah deret di RW 11 Tamansari Bandung, dalam sesi konferensi pers polemik rumah deret di reruntuhan RW 11 Tamansari, Jalan Kebon Kembang, Bandung, Kamis (1/8/2019).
Koordinator Forum Juang Tamansari Bandung, Eva Eryani Effendi memaparkan pelanggaran yang dilakukan Pemerintah Kota Bandung dalam proyek pembangunan rumah deret di RW 11 Tamansari Bandung, dalam sesi konferensi pers polemik rumah deret di reruntuhan RW 11 Tamansari, Jalan Kebon Kembang, Bandung, Kamis (1/8/2019). (Tribun Jabar/Cipta Permana)

Warga Menilai Mereka yang Setuju Rumah Deret Hanya Mengontrak di Tamansari Bandung

Penulis: Cipta Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved