Tim Kesehatan Temukan 30 Persen Sapi Kurban di Garut Belum Cukup Umur, Penjual Diminta Jujur

Tim kesehatan Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Garut menemukan hewan kurban yang belum cukup umur saat memeriksa kesehatan hewan kurban

Tim Kesehatan Temukan 30 Persen Sapi Kurban di Garut Belum Cukup Umur, Penjual Diminta Jujur
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Petugas Dinas Perikanan dan Peternakan Garut memeriksa sapi kurban di Kelurahan Margawati, Kecamatan Garut Kota, Rabu (31/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Tim kesehatan Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Garut menemukan hewan kurban yang belum cukup umur saat memeriksa kesehatan hewan kurban di sejumlah peternakan.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan ke penjual hewan kurban di Kelurahan Margawati.

Petugas memeriksa bagian gigi dan tubuh hewan yang akan dijadikan hewan kurban.

Kabid Keswan Kesmavet Diskanak Garut, Diah menuturkan, kesehatan hewan kurban harus diperhatikan.

Jelang Iduladha, Pemkot Tasik Periksa Hewan Kurban, Ini Potensi Ancaman Hewan Ternak

Hal itu untuk menghindari adanya penularan penyakit zoonosis kepada manusia.

"Selain periksa fisik hewan, kami juga periksa surat keterangan sehat hewan kurban. Kebanyakan sapi yang dijual di Garut ini berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur," ucap Diah, Rabu (31/7/2019).

Diah mengaku, penjual hewan masih terkendala umur sapi yang belum cukup umur.

60 Sapi yang Dijual Diminta Ditarik, Belum Layak Dijadikan Hewan Kurban Sesuai Syariat

Ia menyebut banyak sapi yang berbadan besar namun belum mencukupi umur untuk menjadi hewan kurban.

"Dengan inseminasi, buat sapi yang belum cukup umur jadi punya badan besar. Padahal kan untuk kurban harus sesuai syariat Islam," katanya.

Diah menambahkan, penjualan hewan kurban yang belum cukup umur sekitar 30 persen.

Pihaknya pun mengingatkan agar para penjual bisa jujur dalam menjual hewan kurban yanh sesuai syariat Islam.

"Kami menjamin hewan kurban sehat. Ketika sudah penyembelihan dan jadi daging harus aman untuk dikonsumsi," ujarnya.


Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved