Di India, Suami Ceraikan Istri Lewat Talak Tiga Bisa Dipenjara

Parlemen di India dilaporkan menyetujui aturan di mana proses perceraian di Muslim, dikenal sebagai "Talak Tiga" bisa dipenjara tiga tahun.

Di India, Suami Ceraikan Istri Lewat Talak Tiga Bisa Dipenjara
Istimewa
Ilustrasi cerai 

TRIBUNJABAR.ID, NEW DELHI - Parlemen di India dilaporkan menyetujui aturan di mana proses perceraian di Muslim, dikenal sebagai "Talak Tiga" bisa dipenjara tiga tahun.

Talak tiga itu membuat seorang suami bisa bercerai dari istri dengan mengulang kata talak (cerai) tiga kali dalam berbagai kesempatan maupun melalui telepon.

Dilansir BBC Selasa (30/7/2019), Mahkamah Agung India kemudian menyatakan proses perceraian Talak Tiga itu tidak sesuai konstitusi negara pada 2017.

Aturan itu mulai diperkenalkan dua tahun lalu. di mana partai penguasa Bharatiya Janata (BJP) mendukung. Namun, pembahasannya terhenti di majelis tinggi setelah ada yang menyebut tidak adil.

Sule Akui Gagal Sebagai Orangtua karena Cerai dari Lina, Tapi Tak Gagal Didik Anak-anaknya

Namun dalam pemungutan suara yang dilansungkan Selasa waktu setempat, undang-undang itu akhirnya diloloskan dengan perbandingan suara 99-84 setelah beberapa politisi memilih keluar.

Kini, yang mereka butuhkan adalah tanda tangan dari presiden sebagai formalitas supaya aturan itu sah. Menteri Hukum Ravi Shankar Prasad menyambutnya dengan sukacita.

"Ini adalah hari yang bersejarah. Saat ketidakadilan yang diterima oleh para perempuan Muslim berakhir dengan parlemen memberi mereka keadilan," katanya dikutip The Guardian.

Sementara Perdana Menteri Narendra Modi di Twitter juga merayakan dengan mengatakan pengesahan undang-undang itu merupakan "kemenangan bagi seluruh gender".

"Praktik kuno dari abad pertengahan akhirnya berakhir di tong sampah sejarah. Parlemen mengesahkan UU Talak Tiga dan membenahi kesalahan sejarah pada perempuan Muslim," ucap Modi.

Namun, tidak semua setuju dengan adanya UU tersebut. Asaduddin Owaisi, anggota parlemen dari Majlis-e-Ittehadul Muslimeen menyebut UU itu justru memarjinalkan perempuan Muslim.

Dalam keterangannya di Twitter, Owaisi mengatakan hukum itu meminta perempuan tetap bertahan dalam pernikahan dengan suami yang melecehkan mereka.

"Fakta itu malah semakin membebani perempuan, dan memaksa mereka ke jurang kemiskinan," paparnya. Dia juga menuduh BJP sengaja menargetkan Muslim.

Sejumlah komunitas Muslim di India mengaku mereka sebenarnya tidak setuju dengan proses perceraian lewat Talak Tiga. Namun mereka beranggapan isu itu harusnya tidak dibahas di level pemerintah.

Namun Prasad membela aturan itu dengan memaparkan, kasus itu tidak berhenti meski India telah melarang Talak Tiga dengan 574 kasus dilaporkan setelah putusan dari Mahkamah Agung.

"Pengadilan sudah memutuskan. Namun tidak ada tindakan terhadap praktik Talak Tiga. Itulah sebabnya kami mengusulkan aturan ini karena bakal mencegah," ulasnya.

Sule Sadar Diri, Gagal Sebagai Orangtua karena Cerai dari Lina, tapi Salut pada Sikap Rizky Febian

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved