Breaking News:

Sekda Kabupaten Cirebon Klaim Telah Menekan Jumlah Pekerja Migran Indonesia Ilegal

Rahmat Sutrisno, menyebutkan, Layanan Terpadu Satu Pintu (LSTP) terkait pekerja migran Indonesia (PMI),

Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Ilyas (85), ayah kandung Carmi (kanan) saat ditemui di rumahnya, di Kabupaten Cirebon, Minggu siang (28/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Rahmat Sutrisno, menyebutkan, Layanan Terpadu Satu Pintu (LSTP) terkait pekerja migran Indonesia (PMI), telah berupaya menekan PMI ilegal.

Rahmat mengatakan, layanan tersebut berada di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Cirebon dan telah melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat untuk mendeteksi perusahaan kerja di Indonesia.

"Kami sudah mulai intens dengan yang ada di Jakarta. Bandingkan saja dengan kota/kabupaten di luar Cirebon," kata Rahmat saat ditemui di Makodim 0620, Jalan Fatahillah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (30/7/2019).

Rahmat mengatakan, beberapa anggapan menyebutkan Kabupaten Cirebon sebagai salah satu "lumbung" tenaga kerja wanita (TKW). Namun, dengan adanya layanan tersebut jumlah PMI ilegal dapat ditekan.

Rahmat mengatakan, di dalam layanan tersebut terdiri dari Disnaker, kantor imigrasi, kepolisian, dan dinas kependudukan dan pencatatan sipil (Disdukcapil).

"Kedepannya tidak ada lagi PMI, saat ini masih kami terus tekan. Coba tanya daerah lain apakah sudah membentuk tim itu," katanya.

Diberitakan, sebelumnya, Berangkat pada Desember 2006, Fitriyah diberangkatakan oleh perusahaan jasa penyalur tenaga kerja untuk ke luar negeri yang berada di Jakarta, yakni PT Safika Jaya Utama.

Kedua orangtua Fitriyah, Marka (58) dan Sunia (54), saat ini hanya bisa memandangi lembar foto Fitriyah, anak ketiga dari empat bersaudara itu, anaknya tersebut terakhir berkomunikasi saat berangkat pada 2006.

Marka mengatakan, satu tahun setelah bekerja di Jeddah, Fitriyah sempat mengirimkan uang gaji tersebut kepada, namun tidak mampu berkomunikasi, karena pada saat itu yang menyampaikan adalah majikannya, yakni Mahmud Ibad Althuwairiqi.

Halaman
123
Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved