Ratusan Paedofil Masuk ke Indonesia, Jaringannya Berkedok Wisatawan

Data soal paedofil diungkapkan Yayasan Alit dan Lentera Anak Bangsa di kantor Gubernur Bali, di Renon, Denpasar

Ratusan Paedofil Masuk ke Indonesia, Jaringannya Berkedok Wisatawan
Istimewa/Humas Pemprov Bali
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mempertemukan pelaku pariwisata dan pemerhati anak dalam acara bertajuk 'Selasa Pariwisata' di kantor Gubernur Bali, di Renon, Denpasar, Bali, Selasa (30/7/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, DENPASAR - Sedikitnya 293 paedofil masuk ke Indonesia sejak 2014. Eksploitasi seksual umumnya dilakukan jaringan paedofil yang berkedok wisatawan.

Data soal paedofil diungkapkan Yayasan Alit dan Lentera Anak Bangsa di kantor Gubernur Bali, di Renon, Denpasar, Selasa (30/7/2019).

Menurut Ketua Yayasan Alit, Gunardi, banyaknya paedofil yang 'menyamar' sebagai wisatawan bisa merusak pariwisata di Indonesia, termasuk Bali.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mempertemukan pelaku pariwisata dan pemerhati anak dalam acara bertajuk 'Selasa Pariwisata', di kantor Gubernur Bali, di Renon, Denpasar, Bali, Selasa (30/7/2019).

Selain membahas persoalan umum di bidang kepariwisataan, pertemuan yang berlangsung di Ruang Praja Sabha Kantor Gubernur Bali itu juga menyinggung isu eksploitasi seksual anak di sektor pariwisata.

Eksploitasi anak di sektor pariwisata menjadi perhatian Yayasan Alit dan Lentera Anak Bangsa yang dihadirkan dalam pertemuan tersebut.

Gunardi mengaku prihatin karena masih ditemukannya kasus eksploitasi seksual yang menimpa anak-anak.

Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2019 Sukses Lahirkan 24 Pemain Belia Berbakat Lolos ke Kudus

Hati-Hati, Begini Cara Paedofil Dekati Anak-Anak

Menurutnya, eksploitasi seksual umumnya dilakukan jaringan paedofil yang berkedok wisatawan.

Mengutip data yang dirilis Pemerintah Australia, Gunardi menyebut, sedikitnya 293 paedofil masuk ke Indonesia sejak tahun 2014.

Fakta tersebut tentunya sangat mengkhawatirkan bagi Bali sebagai daerah tujuan wisata.

Halaman
123
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved