Ini Tanggapan Anggota DPRD Kabupaten Bandung Soal Pembebasan Lahan Tol Cisumdawu yang Bermasalah

Pembebasan lahan pembangunan Tol Cisumdawu masih bermasalah, banyak warga terdampak mengeluh nilai penggantian yang ditentukan terlalu kecil.

Ini Tanggapan Anggota DPRD Kabupaten Bandung Soal Pembebasan Lahan Tol Cisumdawu yang Bermasalah
Infografis Tol Cisumdawu 

"Karena kalau lebih dari nilai, itupun akan jadi temuan kerugian negara. Jadi memang harus kedua belah pihak memahaminya termasuk masyarakat. Keduanya harus sama-sama diuntungkan bukan dirugikan," katanya.

"KJPP harus menggunakan konsultan independen untuk menentukan nilai. Penentuan nilai ini harus mengajak masyarakat dan perusahaan agar mencapai kesepakatan nilai harga," tambahnya.

Selaku dewan perwakilan rakyat, pihaknya mengkleim selalu berpihak kepada masyarakat. Oleh karena itu pihaknya akan mendorong perusahaan pelaksana yang ditunjuk Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) untuk memenuhi keinginan masyarakat dengan tidak memberikan nilai ganti rugi yang sangat rendah.

"Kami paling ke BPJT menanyakan hambatan-hambatan tersebut untuk memberikan input dan masukan. Siapa pun perusahaan pemenang tender jangan terlalu rendah dalam penilaiannya karena ini jangka panjang juga," ungkapnya.

Terlebih kata Firman Tol Cisumdawu ini memiliki prospek bisnis jangka panjang. Sehingga penilaian harga yang ditentukan tim appraisal harusnya mempertimbangkan hal tersebut.

"Penuhi kebutuhan masyarakat contoh yang sudah-sudah ini kan untuk tol jangka panjang ke depan bakal menghasilkan dari sisi bisnis," katanya.

Firman mencontohkan Cieunteung saja yang secara bisnis tidak memiliki nilai investasi seperti jalan tol, tapi memberikan nilai ganti rugi yang baik untuk masyarakat.

"Cieunteung misalnya, saat pembebasan Cieunteung masyarakat sangat diuntungkan diberi ganti untung yang dilakuakan oleh appraisal. Diganti Rp 400 ribu kurang lebih, masyarakat malah dapat ganti untung dan mendapat tempat lain di lokasi yang tidak banjir," pungkasnya. (mud)

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved