Ini Tanggapan Anggota DPRD Kabupaten Bandung Soal Pembebasan Lahan Tol Cisumdawu yang Bermasalah

Pembebasan lahan pembangunan Tol Cisumdawu masih bermasalah, banyak warga terdampak mengeluh nilai penggantian yang ditentukan terlalu kecil.

Ini Tanggapan Anggota DPRD Kabupaten Bandung Soal Pembebasan Lahan Tol Cisumdawu yang Bermasalah
Infografis Tol Cisumdawu 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG - Pembebasan lahan pembangunan Tol Cisumdawu masih bermasalah, banyak warga terdampak mengeluh nilai penggantian yang ditentukan terlalu kecil.

Bahkan belum lama ini 37 warga Desa Cileunyi Wetan Kabupaten Bandung memenangkan gugatan terkait keberatan ganti rugi tersebut.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung dari Komisi C, Fraksi Golkar, Firman B Sumantri menanggapi permasalahan pembebasan lahan Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) yang masih bermasalah tersebut.

Menurutnya dalam setiap menentukan harga atau nilai ganti rugi pembebasan tanah itu ada tiga penghitungan. Di antaranya harga pasaran di masyarakat, NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) dan penilain appraisal yang disesuaikan dengan kondisi.

"Nah dari tiga faktor ini dirumuskan menjadi satu nilai yang digunakan untuk penggantian kepada masyarakat," ujarnya melalui telepon seluler, Selasa (30/7/2019).

PUPR Kasasi Putusan PN Bale Bandung, 37 Warga Dapat Ganti Rugi Lahan Cisumdawu Rp 194 Miliar

Tuntut Kejelasan Ganti Rugi Lahan Tol Cipali, Warga Berkumpul di Flyover Jatiwangi

Firman menuturkan jika permasalahan pembebasan lahan untuk jalan tol ini memang kerap terjadi, mengingat dari hari ke hari harga tanah pun terus naik. Sehingga wajar jika masyarakat ingin mendapat nilai ganti rugi yang tinggi.

Seharusnya dari awal pihak pengembang atau pelaksana proyek dapat mengantisipasi hal tersebut. Dampaknya terjadi lonjakan harga tanah yang terus naik, sehingga mereka harus menyesuaikan dengan keinginan masyarakat.

"Udah mah tanah segitu-gitunya, ditawar dengan harga yang kurang menarik pasti masyarakat juga enggak mau, soalnya kan sekarang ada ganti untung. Jangan sampai jadi ganti rugi, kan kasian," tuturnya.

Terdampak Pembangunan Tol Cisumdawu, SDN Sukawening Nasib Relokasinya Tak Jelas

Setelah Dibeli Pengelola Tol Cipali, Tanah Milik Fahmi Hilang Sekitar 1.000 Meter Persegi

Namun di sisi lain menurut Firman masyarakat juga harus memahami penentuan nilai ganti rugi pembebasan lahan ini. Karena pihak perusahaan dalam hal ini pelaksana atau pemenang tender juga tidak bisa memberikan ganti rugi melebihi nilai yang telah ditentukan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP)

Halaman
12
Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved