Gunung Tangkuban Parahu Erupsi

Gunung Tangkuban Parahu Erupsi, Pangdam III/Siliwangi Sebut akan Lakukan Ini untuk Mitigasi Bencana

Gunung Tangkuban Parahu pascaerupsi menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk Kodam III/Siliwangi, meskipun saat ini kondisinya sudah dinyatakan norm

Gunung Tangkuban Parahu Erupsi, Pangdam III/Siliwangi Sebut akan Lakukan Ini untuk Mitigasi Bencana
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Kondisi Kawah Ratu Gunung Tangkubanparahu, Senin (29/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Gunung Tangkuban Parahu pascaerupsi menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk Kodam III/Siliwangi, meskipun saat ini kondisinya sudah dinyatakan normal level satu.

Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Tri Soewandono, mengatakan bahwa pihaknya siap menurunkan anggotanya untuk antisipasi kejadian yang sama di tempat wisata tersebut.

"Kita pasti selalu mengantisipasi karena kita tahu di Jawa Barat ini sering terjadi bencana, termasuk gunung meletus dan tanah longsor. Jadi setiap ada bencana kami selalu siap," ujarnya saat ditemui di Lapangan Tembak 300 Pusdikkav Kodiklat TNI AD, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (30/7/2019).

Kondisi Terkini Gunung Tangkubanparahu Kata Kepala PVMBG

Atas hal tersebut, kata Pangdam, pihaknya perlu mengatur prosedur tetap, semisal mengadakan simulasi kebencanaan agar anggotanya tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana alam.

"Termasuk Babinsa akan kita libatkan (antisipasi) karena mereka merupakan kelompok terdepan untuk mencari korban, mendata lalu menginformasikan," katanya.

Sebelumnya, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani, menilai hingga saat ini aktivitas Gunung Tangkuban Parahu pascaerupsi masih fluktuatif, namun erupsinya cenderung menurun.

Ia mengatakan, kondisi tempat wisata tersebut saat ini masih masuk normal level satu dengan rekomendasi jarak 500 meter dari pusat kawah dan 100 meter dari dinding kawah.

"Itu (jarak) masih menjadi ancaman jika terjadi erupsi tiba-tiba, ancamannya masih bisa berubah terutama gas vulkanik berbahaya, semburan lumpur dan abu tebal, itu harus diperhatikan," ujarnya saat ditemui di Pos Pengamatan Gunungapi Tangkuban Parahu, Senin (29/7/2019).

Namun pihaknya memastikan dengan kondisi seperti itu saat ini kondisinya sudah aman, tetapi pihaknya tetap menyarankan agar melakukan antisipasi.

PVMBG Cek Kemungkinan Gas Beracun Pascaerupsi Gunung Tangkuban Parahu

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved