Arema FC vs Persib Bandung

Arema FC vs Persib Bandung, Adu Taktik Dua Pelatih Berfilosofi Menyerang, Siapa Lebih Unggul?

Pertemuan Arema FC vs Persib Bandung menjadi ajang adu taktik dua pelatih berfilosofi menyerang. Siapa yang bakal unggul?

Arema FC vs Persib Bandung, Adu Taktik Dua Pelatih Berfilosofi Menyerang, Siapa Lebih Unggul?
TRIBUN JABAR
Cov big match arema fc vs persib bandung. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Persib Bandung akan kembali bertarung malam nanti.

Di Stadion Kanjuruhan, Persib Bandung akan menghadapi tuan rumah Arema FC. Ini merupakan laga tunda pekan keempat.

Laga ini diprediksi akan berjalan ketat, karena kedua tim sama-sama sedang membutuhkan kemenangan agar dapat terus merangkak naik ke papan atas klasemen.

Persib saat ini masih tertahan diperingkat 11 dengan koleksi 13 poin, sedangkan Arema FC berada posisi lima dengan raihan 15 poin. Kemenangan menjadi harga mati bagi kedua tim, terutama Maung Bandung yang sebelumnya dipermalukan Bali United di kandang.

"Hasil itu tidak bagus untuk kami (laga melawan Bali), maka dari itu pemain ingin memberikan yang terbaik di pertandingan selanjutnya. Tim dalam keadaan baik, kami akan melawan tim yang juga sedang merangkak naik di klasmen. Arema di kandang adalah tim yang bagus dengan lini depan yang baik, jadi kami harus mempersiapkan ini untuk bisa menahan lini serang Arema," ujar pelatih Persib Bandung Robert Albert, saat jumpa pers kemarin.

Persib dan Arema sama-sama selalu mengandalkan permainan lewat sayap. Namun, kedua tim ini memiliki kombinasi sayapnya masing-masing, kedua tim pun menggunakan formasi dasar yang berbeda. Persib menggunakan formasi dasar 4-2-3-1, sedangkan Arema biasa menggunakan formasi 4-3-3.

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts saat sesi konferensi pers di Kantor Arema FC, Senin (29/7/2019).
Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts saat sesi konferensi pers di Kantor Arema FC, Senin (29/7/2019). (SURYAMALANG.COM/Aminatus Sofya)

Namun, pada laga malam nanti, Persib Bandung tampaknya harus mengubah gaya bermainnya, sebab Ezechiel N Douassel yang menjadi penyerang tunggal di lini depan tidak dapat main karena terkena hukuman akumulasi kartu kuning. 

Ketika Ezechiel tidak dapat diturunkan, Persib Bandung belum lagi menemukan penyerang tunggal yang selain berperan sebagai targetman juga mampu menjadi pengalir bola bagi rekan-rekan yang lain di lini depan.

"Kami sudah pernah mengalami hal ini sebelumnya, di Liga, Ezechiel sudah dua kali kena sanksi akumulasi seperti ini dan kami tidak  jatuh dengan situasi ini, karena kami punya hasil yang bagus meskipun tanpa dia, maka kami bisa saja ulangi kondisi seperti itu," kata Robert Alberts.

Di Arema ada nama Sylvano Comvalius. Kemampuan finishing yang baik, aktif mencari dan membagikan bola di lini depan, serta mampu menjadi pemantul bagi rekan-rekannya adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh penyerang asal Belanda tersebut. 

Halaman
12
Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved