Ada Stan Khusus untuk Kaum Disabilitas di Job Fair Disnaker Kota Tasikmalaya

Disnaker Kota Tasikmalaya menggelar bursa kerja selama dua hari, Selasa (30/7/2019) dan Rabu (31/7/2019)

tribunjabar/isep heri
Stan khusus disabilitas di bursa kerja 2019 Disnaker Kota Tasikmalaya, Selasa (30/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Disnaker Kota Tasikmalaya menggelar bursa kerja selama dua hari, Selasa (30/7/2019) dan Rabu (31/7/2019), di GOR Sukapura Dadaha.

Pada bursa kerja kali ini, untuk pertama kalinya Disnaker Kota Tasikmalaya membuka stan pencari kerja khusus bagi kaum disabilitas.

"Untuk pertama kalinya kami buka karena berdasarkan ketentuan UU nomor 8 tahun 2016, sebanyak 1 persen harus di sediakan oleh perusahaan-perusahaan swasta untuk disabilitas," jelas Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya, Rahmat Mahmuda, Selasa (30/7/2019).

Dia berharap dibukanya stand khusus bagi disabilitas di bursa kerja bisa menyerap potensi dari kaum disabiltas yang diperlukan perusahaan.

"Kami tidak terlalu berharap karena ini juga kan yang pertama kali. Tapi dengan adanya itu diharapkan bisa menjadi sosialisasi bahwa kaum disabilitas juga memiliki hak dasar yang sama dalam hal ini untuk mendapatkan pekerjaan," tutur dia.

Ketua LKS (Lembaga kesejahteraan Sosial) Insan Siliwangi, Betti Hendrawati Saeful Anwar mengatakan untuk hari pertama dibukanya stand disabilitas di bursa kerja Kota Tasikmalaya peminatnya cukup banyak.

"Ini pertama kalinya di buka di Kota Tasikmalaya. Beberapa siap bekerja dalam bidang marketing digital," kata dia saat ditemui.

Ayah Cut Meyriska Ulang Tahun, Roger Danuarta Beri Kado Mewah untuk Calon Mertua

Tapi untuk saat ini yang terpenting, kata dia Disnaker perlu diapresiasi karena telah membuka peluang untuk kaum disabilitas mendapatkan informasi seputar lowongan kerja.

Menurutnya, kaum disabiltas perlu didorong untuk mandiri dan produktif selain telah diatur undang-undang hak dasar dalam mendapatkan pekerjaan juga harus diwadahi.

"Sebelum bekerja perlu ada pelatihan yang diseuaikan keterampilan, minat dan bakat. Slot satu persen saat ini belum maksimal, mudah-mudahan ini menjadi awal membuka peluang bagi kaum disabilitas," harap perempuan yang akrab disapa Teh Ibet tersebut.

Di samping itu, perusahaan maupun intansi pemerintahan harus bisa membangun suasana kerja yang ramah disabilitas.

"Saat ini suasana kerja dan juga fasilitas jauh dari kata ramah bagi disabilitas. Jika serius menjalankan undang-undang minimal ada divisi di perusahaan yang bisa bahasa isyarat," tuturnya.

Dia menambahkan, berdasarkan pendataan yang dilakukan pihaknya ada sekitar 2000 disabilitas di Kota Tasikmalaya.

"Mereka memiliki hak dasar yang sama termasuk dalam mendapatkan pekerjaan," ujarnya.

Gubernur Jabar Putuskan Gunung Tangkubanparahu Dibuka Kamis tapi Pengelola Harus Penuhi Syarat Ini

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved