Setelah Dibeli Pengelola Tol Cipali, Tanah Milik Fahmi Hilang Sekitar 1.000 Meter Persegi

Tanah milik warga Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka, Fahmi hilang sekitar 1.000 meter persegi setelah dibeli oleh pengelola Tol Cipali.

Setelah Dibeli Pengelola Tol Cipali, Tanah Milik Fahmi Hilang Sekitar 1.000 Meter Persegi
Tribun Jabar/Eki Yulianto
Fahmi, warga Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka saat ditemui di Pengadilan Negeri Majalengka, Senin (29/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Tanah milik warga Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka, Fahmi hilang sekitar 1.000 meter persegi setelah dibeli oleh pengelola Tol Cipali.

Fahmi mengatakan, ukuran tanahnya yang dibeli oleh PT MLS (pengelola Tol Cipali) tidak sesuai dengan penghitungan awal.

Ia menyampaikan, saat penghitungan awal, tanah yang dibeli memiliki luas 3.416 meter persegi.

Namun, saat dikonsekuensikan di Pengadilan Negeri Majalengka, hasil penghitungan lahannya berkurang sekitar 1.000 meter persegi atau hanya sekitar 2.600-an meter persegi.

"Jadi lahan saya tuh hilang 1000-an meter persegi, saya tidak tahu dikemanakan," ujar Fahmi saat ditemui di Pengadilan Megeri Majalengka, Senin (29/7/2019).

Tuntut Kejelasan Ganti Rugi Lahan Tol Cipali, Warga Berkumpul di Flyover Jatiwangi

Ia mengungkapkan, bahwa dirinya sudah berupaya melakukan tindakan mengunjungi ke beberapa tempat.

Namun, menurutnya, tidak ada hasil sampai saat ini.

"Saya udah melakukan tindakan ke Istana Jakarta, Polda Metro Jaya, PTUN namun hasilnya nihil," ucap Fahmi.

366 Jemaah Haji Majalengka Terbang ke Makkah, Bupati Ingatkan untuk Jaga Kesehatan dan Taat Aturan

Selain itu, Fahmi mengatakan hingga kini masih ada 47 orang yang mempunyai lahan untuk Tol Cipali yang belum dibayarkan.

Hingga saat ini, Fahmi hanya dapat berharap adanya pengecekan ulang dari Pengadilan Negeri Majalengka agar harga dapat disesuaikan dan masuk akal.

Ia juga berharap lahan tanah yang dimiliki dapat diukur ulang, sehingga hasilnya sesuai dengan jumlah ukuran yang sudah di tetapkan dari Tim Penyedia Tanah (TPT.

"Semoga dapat mengubah harga dan bisa mengukur ulang khususnya tanah saya sendiri yang penghitungannya tidak sesuai," kata Fahmi.

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved