Saat Idul Adha dan Idul Fitri, Aktivitas Bandara di Aceh Diminta Disetop, Begini Kata Angkasa Pura

General Manager Angkasa Pura II Bandara Sultan Iskandar Muda, Yos Suwagiono mengatakan, pihaknya masih terus melakukan koordinasi dan konsultasi

Saat Idul Adha dan Idul Fitri, Aktivitas Bandara di Aceh Diminta Disetop, Begini Kata Angkasa Pura
Tribun Jabar/Ery Candra
Ilustrasi: Suasana di landas pacu bandara. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDA ACEH – General Manager Angkasa Pura II Bandara Sultan Iskandar Muda, Yos Suwagiono mengatakan, pihaknya masih terus melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Kementerian Perhubungan dalam hal ini Dirjen Perhubungan Udara, terkait surat imbauan yang disampaikan Bupati Kabupaten Aceh Besar, Mawardi Ali kepada Angkasa Pura II.

Surat tersebut dikutip dari Kompas.com, berisikan permintaan untuk menghentikan aktivitas bandara pada pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha mulai pukul 00.00 WIB hingga 12.00 WIB.

“Kami memberi apresiasi terhadap imbauan yang memang sangat terkait dengan pelaksanaan syariat Islam di Aceh. Ini memang sebuah kekhususan Aceh, dan kami pun sudah melaporkan hal ini ke Dirjen dan terus berkonsultasi karena ini juga terkait regulasi,” jelas Yos kepada saat dihubungi Kompas.com, Senin (29/7/2019).

Jadwal Penerbangan dari Bandara Kertajati Hari Senin Ini, 4 Maskapai Layani 10 Rute Penerbangan

Menurut Yos, aktivitas penerbangan pada saat hari hari raya di Bandara Sultan Iskandar Muda selalu ada penurunan.

Ini karena aktivitas mudik sudah dilakukan pendatang jauh hari sebelum hari raya tiba, terutama Ramadhan. Begitu juga dengan aktivitas saat Idul Adha.

Artinya, sebut Yos memang tidak ada aktivitas padat di bandara di hari H hari raya.

Lagi pula, jadwal penerbangan dan kedatangan pesawat juga tidak ada dalam jam yang disebutkan dalam surat imbauan Bupati tersebut.

“Selama ini hanya ada satu penerbangan komersil pada jam 06.00, dan ini tentunya tidak bersamaan dengan jadwal shalat Id,” ujarnya.

Pimpinan Pesantren yang Cabul di Aceh Diganti, Pimpinan Baru Minta Pesantren Tak Dihakimi

Kendati demikian, pihaknya tetap melaporkan surat yang dikirimkan Bupati kepada pihak Dirjen Perhubungan Udara untuk mendapatkan solusi dan masukan terkait imbauan tidak beraktivitas tersebut.

Pasca-mengirim surat ke pihak Angkasa Pura II, kini Pemerintahan Kabupaten Aceh Besar, masih menunggu respons dari pihak AP II.

Halaman
12
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved