Melawan Keterbatasan, ACT Biayai Para Murid Alor Bersekolah di Pulau Jawa

Global Zakat-Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus mengapresiasi semangat para guru dan murid yang berjuang dalam dunia pendidikan di tepian negeri.

Istimewa

Sejalan dengan itu, Kadir menambahkan bahwa para murid yang berangkat ke Jawa ini merupakan mereka yang berasal dari keluarga prasejahtera di kampungnya.

Orang tua mereka sebagian besar adalah nelayan tradisional atau merantau ke Batam, Kepulauan Riau, atau Malaysia untuk mengadu nasib.

“Sebagian besar penduduk di Timuabang prasejahtera, mereka menggantungkan nasib pada hasil laut atau merantau dengan pekerjaan yang juga belum jelas,” ungkap Kadir sambil mendampingi murid-muridnya mengunjungi Monas.

Meskipun murid-murid tersebut hadir dari keluarga prasejahtera, Kadir mengaku, keluarga mereka sangat mendukung pendidikan anak-anaknya.

Permudah Umat Islam Ibadah Kurban, Global Qurban ACT dan CIMB Niaga Gelar Program Ini

Orang tua anak didiknya tak pernah memaksakan anaknya untuk membantu pekerjaan orang tua, malah mendorong anaknya terus sekolah.

“Istilahnya, orang tua mereka menekankan, apa pun yang terjadi anaknya harus sekolah,” jelas Kadir.

Seluruh murid yang bersekolah di MIS Timuabang bimbingan Kadir tak dimintai biaya satu rupiah pun. Mereka bersekolah gratis.

Saat ini terdapat lima ruang kelas yang berdiri dari ACT yang mereka manfaatkan serta enam guru yang mendidik puluhan siswa.

Di sisi lain, seluruh guru yang mengajar dri MIS Timuabang tak mendapatkan gaji tetap.

Tiap bulannya mereka hanya mendapatkan sembako dari seorang donatur, sedangkan ada Biaya Operasional Sekolah atau BOS dari pemerintah sebesar Rp 22 juta per semester. BOS ini yang menjadi gaji mereka.

ACT Berikan Apresiasi untuk Ratusan Guru di Tepian Negeri

Halaman
123
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved