Demi Muluskan Proyek Meikarta, Sekda Jabar Iwa Karniwa Minta Uang Rp 1 M, Kini Jadi Tersangka KPK

Sekda Jabar Iwa Karniwa disebut meminta uang Rp 1 miliar terkait RDTR jadi bagian penting untuk mengurus proyek pembangunan proyek Meikarta

Demi Muluskan Proyek Meikarta, Sekda Jabar Iwa Karniwa Minta Uang Rp 1 M, Kini Jadi Tersangka KPK
Tribun Jabar/Ery Candra
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat (Sekda Jabar), Iwa Karniwa, seusai menghadiri seminar di GIM, Kota Bandung, Senin (12/11/2018). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Sekda Jabar Iwa Karniwa disebut meminta uang senilai Rp 1 miliar terkait pengurusan Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang ( RDTR ) Kabupaten Bekasi Tahun 2017.

Menurut Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ), Iwa Karniwa, meminta uang tersebut kepada Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Neneng Rahmi Nurlaili.

Kini, Iwa Karniwa jadi tersangka dalam kasus proyek Meikarta Kabupaten Bekasi.

RDTR itu menjadi bagian penting untuk mengurus proyek pembangunan proyek Meikarta.

Awalnya, pada 2017 Neneng Rahmi menerima sejumlah uang terkait dengan pengurusan RDTR Kabupaten Bekasi yang kemudian diberikan kepada beberapa pihak dengan tujuan memperlancar proses pembahasannya.

"Sekitar Bulan April 2017, setelah masuk pengajuan Rancangan Perda RDTR, Neneng Rahmi Nurlaili diajak oleh Sekretaris Dinas PUPR untuk bertemu pimpinan DPRD di Kantor DPRD Kabupate Bekasi. Pada pertemuan tersebut Sekretaris Dinas PUPR menyampaikan permintaan uang dari Pimpinan DPRD terkait pengurusan tersebut," ucap Wakil Ketua KPK, Saut Situmotang, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (29/7/2019).

Jejak Iwa Karniwa, Sekda Jabar yang Dijadikan Tersangka oleh KPK, Tersangkut Kasus Meikarta

Sekda Jabar Iwa Karniwa dan Eks Presdir Lippo Cikarang Jadi Tersangka Kasus Proyek Meikarta

Saut mengatakan setelah disetujui oleh DPRD, rancangan Perda RDTR Kabupaten Bekasi Bekasi kemudian dikirim ke Provinsi Jawa Barat untuk dilakukan pembahasan.

Raperda itu tidak segera dibahas oleh kelompok kerja (Pokja) Badan Koordinasi Penataan ruang Daerah (BKPRD) padahal dokumen pendukung sudah diberikan. Untuk memproses RDTR itu, Neneng Rahmi harus harus bertemu dengan Sekda Jabar, Iwa Karniwa.

"Neneng Rahmi kemudian mendapatkan Informasi bahwa tersangka IWK (Iwa Karniwa) meminta uang Rp1 miliar untuk penyelesaian proses RDTR di Provinsi," kata Saut Situmorang.

Saut menyatakan permintaan tersebut diteruskan kepada salah satu karyawan PT Lippo Cikarang dan direspons bahwa uang akan disiapkan. Beberapa waktu kemudian, pihak Lippo menyerahkan uang kepada Neneng Rahmi.

"Dan kemudian, sekitar Desember 2017 dalam dua tahap, Neneng Rahmi melalui perantara menyerahkan uang pada tersangka IWK dengan total Rp 900 juta terkait dengan pengurusan RDTR di Provinsi Jawa Barat," tutur Saut.

Atas perbuatannya KPK menetapkan Iwa Karniwa sebagai tersangka suap suap terkait dengan Pembahasan Substansi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten Bekasi Tahun 2017.

Ia disangkakan melanggar pasal Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Ilham Rian Pratama)

Berita ini tayang di Tribunnews berjudul "Jadi Tersangka KPK, Sekda Jabar Iwa Karniwa Minta Uang Rp1 M Guna Muluskan Proyek Meikarta"

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved