Bapenda Garut Tegur Hotel Penunggak Pajak, Ini yang Akan Dilakukan Jika Tetap Tidak Bayar

Tunggak pajak selama empat bulan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Garut memasang stiker dan spanduk teguran

Bapenda Garut Tegur Hotel Penunggak Pajak, Ini yang Akan Dilakukan Jika Tetap Tidak Bayar
Tribunjabar/Firman Wijaksana
Kepala Bapenda Garut, Basuki Eko bersama Kabid Penindakan Satpol PP Garut, Frederico menunjukkan stiker teguran menunggak pajak hotel dan restoran di Kamojang Green Hotel, Jalan Kamojang, Kecamatan Samarang, Senin (29/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT -  Tunggak pajak selama empat bulan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Garut memasang stiker dan spanduk teguran di Kamojang Green Hotel, Kecamatan Samarang. Pemasangan itu sebagai efek jera kepada wajib pajak.

Kepala Bapenda Garut, Basuki Eko menuturkan, sebelum memasang stiker teguran pihaknya telah mengingatkan manajemen untuk membayar pajak. Namun belum ada pembayaran yang dilakukan pengelola.

"Kami sudah ingatkan secara lisan. Lalu terbitkan surat tagihan serta surat teguran satu dan dua. Kami ambil langkah pasang stiker agar ada sanksi sosial," ujar Eko usai memasang stiker teguran, Senin (29/7/2019).

Eko menyebut, telah menyarankan agar instansi pemerintahan tak mengadakan acara di hotel atau restoran yang menunggak pajak. Semua kegiatan yang memakai anggaran pemerintah, sudah termasuk pajak.

"Sudah ada pajak kalau acara pemerintah itu. Kalau tidak disetorkan pajaknya, itu sangat salah. Jadi tidak boleh ada acara si hotel yang nunggak pajak," ucapnya.

Kamojang Green Hotel Garut Dipasangi Stiker dan Spanduk Teguran, 4 Bulan Nunggak Bayar Pajak

Kamojang Green Hotel, lanjutnya, telah menunggak sejak bulan Februari. Meski diberi peringatan, pihaknya mempersilakan manajemen hotel untuk tetap menerima tamu.

"Katanya sekarang (kemarin siang) mau bayar dua bulan. Tapi tetap kami pasang teguran ini," katanya.

Jika pihak hotel tak kunjung membayar pajak, maka Bapenda akan melakukan teguran kembali. Langkah terakhir bisa sampai penyitaan aset hotel.

Pengelola hotel yang masih menunggak pajak, lanjutnya, selain bisa dipidana juga bisa terkena undang-undang korupsi. Pasalnya pihak hotel telah menggelapkan penerimaan yang seharusnya masuk ke kas daerah

"Selain di sini, ada juga beberapa hotel yang nunggak. Sudah kami tegur. Kalau tidak respon, akan ditempeli lagi stiker," ucapnya.

Kebakaran di Siang Bolong, 11 Rumah dan 1 Musala Jadi Abu di Pasirwangi Garut

General Manajer Kamojang Green Hotel, Zuki Rahmat mengakui adanya kelalaian dalam pembayaran pajak hotel dan restoran. Pihaknya pun akan segera menyelesaikan pembayaran tunggakan pajak.

"Jadi bahan untuk perbaikan dan perhatian kami. Kami komitmen tahun depan akan beli kontribusi pajak paling besar di Garut," ucap Zuki.

Ia mengaku, lesunya bisnis hotel jadi salah satu penyebab tak dibayarkannya pajak. Namun hal itu tak menjadi alasan. Permasalahan tersebut jadi konsekuensi bagi pihaknya karena telah lalai.

"Kondisi bisnis sekarang memang mempengaruhi. Kami yakin tahun depan tidak akan terulang," ucapnya. (firman wijaksana)

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved