Guru SMP di Indramayu Ini Ciptakan Alat Penyerap Polusi yang Diberi Nama Sappu Jagad

Kecintaan seseorang terhadap lingkungan dapat terlihat dari apa yang telah diperbuatnya untuk lingkungan tersebut.

Guru SMP di Indramayu Ini Ciptakan Alat Penyerap Polusi yang Diberi Nama Sappu Jagad
Tribun Jabar/Handhika Rahman
Pengurus Rumah Berdikari Karangsong sekaligus guru di SMP Unggulan Indramayu, Sutarjo (50), Minggu (28/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Kecintaan seseorang terhadap lingkungan dapat terlihat dari apa yang telah diperbuatnya untuk lingkungan tersebut.

Hal tersebut dilakukan oleh Sutarjo (50) salah seorang pengurus Rumah Berdikari Karangsong sekaligus guru di SMP Unggulan Indramayu.

Berawal dari buku bacaan yang memuat tentang bahaya akibat global warming terhadap dunia, dirinya berinovasi membuat penemuan berupa alat berbentuk kotak yang dia beri nama Sappu Jagad atau jika dijabarkan adalah Sarana Penyerap Polutan Udara, Jaga Gangguan dan Dampaknya pada tahun 2009 silam.

"Alat ini untuk mengatasi kondisi tersebut. Salah satunya dengan membersihkan polusi udara," ujar dia saat ditemui Tribuncirebon.com di Hutan Mangrove Desa Pabeanudik, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Minggu (28/7/2019).

Inovatif, Warga di Indramayu Gunakan Ban Bekas sebagai Alat Pemecah Ombak

Dijelaskan pria yang berprofesi sebagai guru IPA itu, secara teori bahwa air kapur yang bercampur dengan zat karbondioksida (CO2) akan membentuk endapan kalsium karbonat.

Adapun untuk cara kerja Sappu Jagad disampaikan Sutarjo cukup sederhana, yakni hanya perlu menaruh air kapur ke dalam Sappu Jagad yang sebelumnya sudah dilengkapi sebuah kipas kecil.

Kipas ini berfungsi untuk menyerap molekul-molekul polutan yang bersebaran di udara. Setelah terserap, molekul polutan yang bercampur dengan air kapur akan berubah menjadi kristal putih.

Dirinya menceritakan, saat perjalanan mudik beberapa tahun lalu dirinya pernah mempraktikan alat temuannya itu di sepanjang perjalanan dari Indramayu sampai Semarang.

Budidaya Kepiting Tembakau Akan Dikembangkan di Kawasan Hutan Mangrove Indramayu

Dimana hasilnya terdapat banyak sekali kristal yang dikumpulkan Sappu Jagad. Namun, kristal itu bukannya bewarna putih melainkan bewarna coklat kehitaman.

Halaman
12
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved