Warga Diminta Waspada, Banyak Koperasi Bodong dan Fintech Liar yang Merugikan Masyarakat

Di Hari Koperasi ke-72, Pemkab Bandung mengimbau masyarakat agar waspada pada koperasi yang tidak berbadan hukum.

Warga Diminta Waspada, Banyak Koperasi Bodong dan Fintech Liar yang Merugikan Masyarakat
Solvay FinTech Marketing Hub
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG - Di Hari Koperasi ke-72, Pemkab Bandung mengimbau masyarakat agar waspada pada koperasi yang tidak berbadan hukum. Bahkan Dinas Koperasi Kabupaten Bandung, diintruksikan untuk menertibkan koperasi-koperasi bodong.

Hal tersebut disampaikan Asisten 2 Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan (Ekjah) Kabupaten Bandung Marlan dalam acara Ngawangkong Bari Ngopi di Kompleks Pemkab Bandung, Soreang, Jumat (26/7/2019).

"Kami meminta Dinas Koperasi untuk menertibkan koperasi yang tidak jelas. Pastikan badan hukumnya apakah resmi atau tidak, terdaftar di Dinas koperasi Kabupaten Bandung atau tidak," tuturnya.

Selain itu Marlan juga meminta masyarakat untuk waspada dengan banyaknya fintech-fintech liar yang tidak terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yang banyak beroperasi. Menurutnya banyak fintech yang sudah mengetahui nomor-nomor pribadi masyarakat.

"Mereka menghubungi untuk menawarkan pinjaman dan sebagainya, ini yang harus diwaspadai oleh masyarakat. Ini kewajiban kami (Pemda) melakukan upaya penertiban koperasi ini," ujarnya.

Meski belum memegang data pasti terkait jumlah koperasi bodong ini, Marlan menyebut Dinas Koperasi sudah menerima banyak laporan-laporan terkait keberadaan koperasi bodong ini.

Apa Kata Bobotoh Persib: Ingatkan Pelatih Robert Ada Pemain ke-12, Persib Bandung Harus Menang

"Jumlahnya puluhan tidak sampai ratusan juga tapi mereka (koperasi bodong) ini mengganggu beroperasi lebih ke rentenir (bank keliling)," ujarnya.

Menurutnya banyak masyarakat yang dirugikan dan disengsarakan, selain mencekik masyarakat dari sisi bunga. Mereka juga kerap menagih dengan memaksa tanpa tatakrama seperti debcollector.

"Karena biasanya banyak yang terjadi terutama ibu-ibu banyak yang meminjam tanpa sepengetahuan suaminya, begitu bunganya besar kemudian saat menagih menjadi permasalahan ekonomi keluarga," ujarnya.

Untuk itu masyarakat perlu mengetahui mekanisme koperasi, bagaimana managemen dan cara kerjanya. Di hari Koperasi ke 72 ini Pemkab mengedukasi masyarakat dan anak-anak sekolah bagaimana koperasi yang benar dan berbadan hukum termasuk opersional koperasi.

Sukses Kembangkan Benih Padi, Kepala Desa Ini Malah Jadi Tersangka Karena Benihnya Tak Bersertifikat

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved