Puso di Indramayu Sudah Melanda 5.666 Ha, Khawatir Makin Meluas, Distan Minta Petani Lakukan Ini

Area lahan pertanian di Kabupaten Indramayu saat musim kemarau ini semakin terancam gagal panen atau puso.

Puso di Indramayu Sudah Melanda 5.666 Ha, Khawatir Makin Meluas, Distan Minta Petani Lakukan Ini
Tribun Jabar/Handhika Rahman
Kondisi lahan pesawahan kekeringan di Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Rabu (26/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Area lahan pertanian di Kabupaten Indramayu saat musim kemarau ini semakin terancam gagal panen atau puso.

Hingga sekarang ini sudah ada 5.666 hektare sawah yang mengalami gagal panen atau puso.

Data tersebut tercatat oleh Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu pada 24 Juli 2019.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu, Takmid, menyampaikan, selain puso, seluas 4.218 hektare sawah di Indramayu juga mengalami kekeringan berat.

"Kekeringan sedang ada 2.436 hektare dan kekeringan ringan 3.184 hektare," ujar dia, Jumat (26/7/2019).

Adapun area lahan pertanian yang terancam terdampak kekeringan, yaitu seluas 6.935 hektare.

Bencana kekeringan yang mengakibatkan puso tersebut disebutkan Takmid, menyebar di beberapa Kecamatan di Indramayu, di antaranya Kecamatan Kandanghaur, Kecamatan Losarang, Kecamatan Kroya, dan beberapa kecamatan lainnya.

Dirinya menyampaikan, meski lahan pertanian yang mengalami puso semakin meluas, namun petani yang mendaftarkan lahan pertaniannya dalam defenitif asuransi usaha tani padi (AUTP) masih minim.

Yakni, sekitar 25 ribu hektare dari total luas sawah keseluruhan di Kabupaten Indramayu, yaitu 140 ribu hektare sawah.

Halaman
12
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved