Kurang Ikuti Zaman 775 Koperasi di Kabupaten Bandung Mati Suri, Dinas Koperasi Ajak Kaum Milenial

Kurang mengikuti perkembangan zaman, banyak koperasi di Kabupaten Bandung mati suri. Sejauh ini Dinas Koperasi

Kurang Ikuti Zaman 775 Koperasi di Kabupaten Bandung Mati Suri, Dinas Koperasi Ajak Kaum Milenial
Tribun Bali.
Ilustrasi koperasi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG - Kurang mengikuti perkembangan zaman, banyak koperasi di Kabupaten Bandung mati suri. Sejauh ini Dinas Koperasi Kabupaten Bandung mencatat ada 1.613 koperasi dengan jumlah tidak aktif mencapai 775 koperasi.

"Sejauh ini jumlah koperasi di Kabupaten Bandung mencapai 1.613 koperasi, namun yang aktif 838 sedangkan sisanya tidak aktif sebanyak 775," ujar Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Bandung Cakra Amiana seusai acara Ngawangkong Bari Ngopi di Pemkab Bandung, Jumat (26/7/2019).

Menurutnya jumlah koperasi yang aktif ini dilihat dari aktivitas koperasi tersebut yang minimal melaksanakan Rapat Akhir Tahun (RAT) selama dua tahun berturut-turut.

Sedangkan koperasi yang tidak aktif biasanya terjadi akibat kaderisasi pengurus yang lemah sehingga tidak bisa maju mengikuti perkembangan jaman.

"Nah soal yang koperasi simpan pinjam dengan bunga tinggi yang beroperasi di Kabupaten Bandung, ini juga menjadi salah satu perhatian kami. Sosialisasi dan edukasi mengenai koperasi yang benar kepada masyarakat harus terus dilakukan," tuturnya.

Gunung Tangkuban Parahu Erupsi, Tinggi Kolom Abu Sampai 200 Meter

Selain itu, lanjut Amiana, pihaknya juga mempunyai pekerjaan rumah untuk membumikan gerakan koperasi di kalangan generasi mileneal. Salah satu terobosan yang tengah disiapkan adalah melakukan upaya digitalisasi koperasi.

Termasuk penggunakan aplikasi digital dalam semua kegiatan koperasinya. Menurutnya digitalisasi koperasi ini menjadi suatu kebutuhan yang mendesak untuk mengimbangi era revolusi industri 4.0 yang mengandalkan kecepatan teknologi informasi digital.

"Agar koperasi ini kembali bergairah dan masuk kalangan generasi muda yah harus mengikuti perkembangan jaman, agar bisa diterima sama anak anak jaman now," katanya.

"Salah satu upaya yang akan kami lakukan adalah mengkombinasikan antara ketokohan para pengurus koperasi senior dengan anak-anak muda yang penuh dengan inovasi dan kreativitas," katanya.

Rebutan Antrean Paspor di Kantor Imigrasi Bandung, Habis Dalam Dua Jam, Warga Pun Mengeluh

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved