BPBD KBB Tetapkan Siaga Kekeringan 1 Agustus-31 Oktober 2019, Siapkan 5 Tangki Angkut Air Bersih

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menetapkan status siaga kekeringan

BPBD KBB Tetapkan Siaga Kekeringan 1 Agustus-31 Oktober 2019, Siapkan 5 Tangki Angkut Air Bersih
Tribun Jabar/Isep Heri
Ilustrasi kekeringan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menetapkan status siaga kekeringan pada musim kemarau tahun ini karena sejumlah daerah sudah mengalami kekeringan.

Penetapan status tersebut akan dilakukan mulai 1 Agustus hingga 31 Oktober 2019. Hal tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta Pemprov Jabar.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB Duddy Prabowo, mengatakan, status siaga tersebut ditetapkan karena dampak dari kekeringan ini sejumlah wilayah dan masyarakat di KBB sudah krisis air bersih.

"Terkait kekeringan yang terjadi di Bandung Barat kami akan tetapkan status siaga karena berdasarkan rapat koordinasi puncak musim kemarau mulai 1 Agustus hingga 31 Oktober," ujarnya saat ditemui Tribun Jabar di Kompleks Pemkab KBB, Jumat (26/7/2019).

Sepatu Lecet, Celana Sobek, dan Handphone Rusak, Setelah Brigadir Nathan Doris Terseret Mobil

Ia mengatakan, saat ini sejumlah wilayah seperti, Cipatat, Cikalong Wetan, Padalarang, Batujajar, Cipeundeuy, Cililin dan Cisarua sudah terdampak kekeringan sehingga pihaknya akan fokus melakukan penanganan ke wilayah tersebut.

"Masalah kekeringan ini tidak hanya berdampak pada masyarakat yang krisis air bersih tapi berdampak juga pada pertanian di Kabupaten Bandung Barat," katanya.

Dengan ditetapkannya status siaga ini, kata dia, masyarakat yang terdampak kekeringan bisa langsung melapor ke aparat kewilayahan agar pihaknya bisa langsung memberikan bantuan atau penanganan lebih lanjut.

Persib Bandung vs Bali United, Menanti Jimat Persib Mencetak Gol Perdana di Liga 1

"Kami sudah siapkan lima unit mobil tanki yang siap dioperasikan untuk penanganan kekeringan terutama terhadap masyarakat yang membutuhan air bersih," kata Duddy.

Untuk memberikan bantuan air bersih tersebut pihaknya akan berkoordinasi dengan PDAM Tirtaraharja, namun pihaknya masih harus melakukan pendataan untuk memastikan kebutuhan air tersebut.

"Bantuan itu akan prioritaskan bagi masyarakat yang meminta terlebih dahulu berdasarkan laporan dari aparat kewilayahan," ucapnya.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved