TKW asal Palimanan di Arab Saudi Sudah 13 Tahun Hilang Kontak dengan Keluarga, Ini Upaya Keluarga

keluarga berharap Fitriyah bisa ditemukan dalam keadaan sehat dan baik-baik saja, sehingga dapat berkumpul kembali

TKW asal Palimanan di Arab Saudi Sudah 13 Tahun Hilang Kontak dengan Keluarga, Ini Upaya Keluarga
istimewa
Kedua orangtua Fitriyah, Marka (58) dan Sunia (54). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Tenaga Kerja Wanita (TKW), Fitriyah (36), asal Kampung Lungbenda, Blok Desa, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, 13 tahun hilang kontak dan diketahui saat ini bekerja di Jeddah, Arab Saudi.

Berangkat pada Desember 2006, Fitriyah diberangkatakan oleh perusahaan jasa penyalur tenaga kerja untuk ke luar negeri yang berada di Jakarta, yakni PT Safika Jaya Utama

Kedua orangtua Fitriyah, Marka (58) dan Sunia (54), saat ini hanya bisa memandangi lembar foto Fitriyah, anak ketiga dari empat bersaudara itu, anaknya tersebut terakhir berkomunikasi saat berangkat pada 2006.

Satu tahun setelah bekerja di Jeddah, Fitriyah sempat mengirimkan uang gaji tersebut kepada, namun tidak mampu berkomunikasi, karena pada saat itu yang menyampaikan adalah majikannya, yakni Mahmud Ibad Althuwairiqi.

Sepupu Fitriyah, Nurhalimah (27), mengatakan, sebelum berangkat, Fitriyah pernah berujar, bahwa tujuannya untuk menjadi TKW adalah ingin membahagiakan kedua orangtuanya.

"Orangtuanya cuma bekerja sebagai butuh tani, uangnya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari," kata Nurhalimah melalui pesan singkat, Kamis (25/7/2019)

Nurhalimah mengatakan, keluarga berharap Fitriyah bisa ditemukan dalam keadaan sehat dan baik-baik saja, sehingga dapat berkumpul kembali bersama keluarga.

"Terakhir ketemu saya juga masih kecil," katanya.

Orangtua Fitriyah, Marka (58), mengatakan, beberapa kali melakukan upaya untuk mengetahui keberadaan atau berkomunikasi dengan Fitriyah yang diketahui bekerja di rumah keluarga Mahmud Ibad Althuwairiqi di Jeddah, Arab Saudi.

Upaya yang dilakukan oleh Marka beserta keluarga, yakni membuat surat permohonan untuk memulangkan Fitriyani.

Surat tersebut langsung dikeluarkan oleh pemerintah Desa Lungbenda.

Dalam surat tersebut, ada beberapa poin yang diminta oleh keluarga Fitriyani, di antaranya, TKI (Fitriyah) tersebut pernah mengirimkan uang gaji pada 2006 sebesar Rp 22 juta, satu tahun setelah bekerja di Jeddah, Arab Saudi, tetapi saat ini belum kembali.

Kemudian, dalam surat tersebut pun tertulis, orangtua berharap kepada pemerintah melalui Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), agar cepat dipulangkan.

"Saya ingin anak saya cepat pulang," kata Marka di Desa Lungbenda, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Kamis (25/7/2019).

Berangkat pada Desember 2006, Fitriyah diberangkatakan oleh perusahaan jasa penyalur tenaga kerja untuk ke luar negeri yang berada di Jakarta, yakni PT Safika Jaya Utama

Kedua orangtua Fitriyah, Marka (58) dan Sunia (54), saat ini hanya bisa memandangi lembar foto Fitriyah, anak ketiga dari empat bersaudara itu, anaknya tersebut terakhir berkomunikasi saat berangkat pada 2006.

Marka mengatakan, satu tahun setelah bekerja di Jeddah, Fitriyah sempat mengirimkan uang gaji tersebut kepada, namun tidak mampu berkomunikasi, karena pada saat itu yang menyampaikan adalah majikannya, yakni Mahmud Ibad Althuwairiqi.

"Yang telepon majikannya, tetapi sampai sekarang sulit," kata Marka di Blok Desa, Kecamatan Palimanan, Kamis (25/7/2019).

Perginya Fitriyah ke luar negeri, kata Marka, adalah kemauannya sendiri, lantaran Fitriyah ingin membahagiakan kedua orangtuanya dengan cara menjadi TKW, dengan harapan mendapatkan banyak pundi-pundi rupiah.

"Fitriya berangkat menjadi TKW setelah lima bulan lulus dari sekolah menengah atas (SMA)," katanya.(*)

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved