Soal Jatah Menteri, Usai Prabowo Bertemu Megawati, Dedi Mulyadi: Biar Pak Jokowi yang Tentukan

Dedi Mulyadi menilai bahwa jajaran menteri pada periode kedua kepemimpinan Presiden RI, Joko Widodo adalah hak prerogatif dan kewenangan presiden.

Soal Jatah Menteri, Usai Prabowo Bertemu Megawati, Dedi Mulyadi: Biar Pak Jokowi yang Tentukan
ist
Suasana pertemuan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/7/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Politisi Partai Golkar Dedi Mulyadi menilai bahwa jajaran menteri pada periode kedua kepemimpinan Presiden RI, Joko Widodo adalah hak prerogatif dan kewenangan presiden.

Hal tersebut menanggapi akan adanya jatah menteri bagi Partai Gerindra setelah adanya pertemuan dari ketum Gerindra, Prabowo Subianto dengan Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri beberapa waktu lalu.

Hal tersebut dikatakannya saat ditemui di sela kegiatannya di Kabupaten Purwakarta, Kamis (25/7/2019).

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat ditemui di Jalan KK Singawinata, Purwakarta, Senin (19/11/2018).
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat ditemui di Jalan KK Singawinata, Purwakarta, Senin (19/11/2018). (Tribun Jabar/ Haryanto)

"Itu kewenangannya, biarkan saja pak Jokowi yang menentukan. Apa yang akan diambil itu paling baik menurut pak Jokowi, beliau yang akan melaksanakan pemerintahan," kata Dedi menjawab pertanyaan wartawan terkait hal tersebut di Purwakarta.

Prabowo dan Megawati Bertemu, Dedi Mulyadi Ibaratkan Seperti Merajut CLBK

Menilik pertemuan hingga pemilihan jajaran kabinet pembantu presiden nanti, Dedi mengaku tidak menggunakan prespektif politik.

Dengan menggunakan prespektif profesionalisme, dia meyakini bahwa Jokowi yang nanti diwakili oleh Maruf Amin itu akan memilih menterinya sesuai bidang ahli orang tersebut.

Dengan demikian, Jokowi akan bisa mewujudkan cita-cita dan harapan masyarakat Indonesia yang telah diberikan bersama para orang profesional pilihannya.

"Nah orang-orang profesional itu tidak bisa dibatasi oleh kelompok kepentingan partai. Bisa dari mana saja, yang pasti orang profesional dalam bidangnya," ucap dia.

Terpilih sebagai Perdana Menteri Baru Inggris, Boris Johnson Segera Siapkan Keluar dari Uni Eropa

Dedi menyebut bahwa tidak akan ada keharmonisan politik yang akan retak pascaperetemuan dua petinggi parpol tersebut.

Namun, dia menegaskan ada catatan penting pada dunia politik di Indonesia harus hadir yaitu check and balance yang berjalan baik

Catatan penting itu harus melahirkan saran dan kritik yang membangun terhadap jalannya pemerintahan.

"Meski kekuatan politik lebih dari 60 persen harus ada saran dan kritik terhadap kinerja pemerintah, agar sistem demokrasi berjalan secara efektif," ujarnya menambahkan.

2 Bandar Narkoba yang Sembunyi dalam Kontainer di Belgia Pun Terpaksa Menyerah Karena Cuaca Panas

Gelombang Suhu Panas Melanda Eropa, di Tiga Negara Ini Capai 40 Derajat Celsius

VIRAL Polisi Nemplok di Kap Mobil yang Melanggar, Ini Penjelasan Kasatlantas Polrestabes Bandung

Penulis: Haryanto
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved