Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Sukajadi Kota Bandung, Dipermanenkan pada Akhir September 2019

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung akan mempermanenkan penerapan manajemen rekayasa lalu lintas di Jalan Sukajadi

Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Sukajadi Kota Bandung, Dipermanenkan pada Akhir September 2019
Tribunjabar/Cipta Permana
Kadishub Kota Bandung EM Ricky Gustiadi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung akan mempermanenkan penerapan manajemen rekayasa lalu lintas di Jalan Sukajadi , Cipaganti, Setiabudi dan Cihampelas mulai akhir September 2019. 

Kepastian tersebut, seiring dengan hasil baik yang diperoleh berdasarkan evaluasi lapangan yang telah mulai diujicobakan sejak 11 Juli 2019, serta keputusan bersama dalam rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Kota Bandung di Hotel Grandia 18 Juli 2019.

Kepala Dishub Kota Bandung, EM Ricky Gustiadi mengatakan, progres menuju upaya permanenkan di keempat jalur tersebut telah mencapai 80 persen.

Meski demikian, pihaknya masih akan menerima aspirasi yang disampaikan dari setiap pihak yang terlibat dampak dari rencana ini, sebelum akhirnya di sahkan secara resmi melalui keputusan Wali Kota Bandung.

"Sudah 80 persen saya berani bilang begitu, karena tinggal dua kali pertemuan Forum LLAJ lagi sebelum ditetapkan akhir September nanti," ujarnya saat ditemui di Kantor Dishub Kota Bandung, Jalan Terminal Leuwi Panjang, Kota Bandung, Kamis (25/7/2019).

Ricky menuturkan, dari upaya uji coba manajemen rekayasa lalu lintas selama yang berlangsung kurang lebih dua minggu, selain mampu memberikan beberapa dampak positif terhadap pengurangan volume kepadatan kendaraan yang menjadi persoalan selama ini, tetapi juga mampu mengatasi masalah lainnya, seperti konsumsi bensin, rasio polusi emisi gas buang yang berlebih, serta kecepatan laju kendaraan, dan waktu tempuh di keeempat jalur tersebut.

Seperti halnya perbadingan rasio volume kapasitas jalan (v/c ratio) di Jalan Cipaganti dari sebelumnya 0,81 menjadi 0,75. Kemudian waktu tempuh dari rata-rata 24,9 menit dengan kecepatan 15,6 Km/h menjadi rata-rata 20,1 menit dengan kecepatan 28,7 Km/h. Sehingga kepadatan pun berkurang dari 0,76 smp/jam menjadi 0,69 smp/jam.

Esteban Vizcarra Jimat Keberuntungan Persib Bandung, Pegang Kunci Kelemahan Bali United

Sedangkan di Jalan Setiabudi, lanjutnya perbandingan v/c ratio dari 0,79 menjadi 0,76. Kemudian waktu tempuh dari rata-rata 25,2 menit dengan kecepatan 18,2 Km/h menjadi rata-rata 18,2 menit dengan 20,9 Km/h. Sehingga kepadatan berkurang dari 0,71 smp/jam menjadi 0,70 smp/jam.

Sementara di Jalan Sukajadi, perbandingan v/c ratio dari 0,87 menjadi 0,72. Dengan waktu tempuh dan dari rata-rata 30,2 menit dengan kecepatan 11,2 Km/h menjadi rata-rata 19,1 menit dengan 34,1 Km/h. Sehingga kepadatan berkurang 0,88 smp/jam menjadi 0,70 smp/jam.

Halaman
123
Penulis: Cipta Permana
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved