Prabowo Temui Megawati, Jalan Gerindra Berkoalisi dengan Jokowi Makin Mulus? Ini Kata Andre Rosiade
Tak sedikit yang menduga, pertemuan antara Prabowo dan Megawati itu memuluskan jalan Gerindra untuk berkoalisi dan masuk di pemerintahan. Benarkah?
Penulis: Yongky Yulius | Editor: Widia Lestari
Prabowo Temui Megawati, Jalan Gerindra Berkoalisi dengan Jokowi Makin Mulus? Ini Kata Andre Rosiade
TRIBUNJABAR.ID - Pertemuan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri masih jadi perbincangan.
Tak sedikit yang menduga, pertemuan antara Prabowo dan Megawati itu memuluskan jalan Gerindra untuk berkoalisi dan masuk di pemerintahan Jokowi - Maruf Amin. Benarkah?
Wasekjen DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade tak memungkiri bahwa pertemuan Prabowo dengan Megawati adalah kelanjutan dari pertemuan Prabowo dengan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.
Namun ia mengklaim, pertemuan Prabowo dan Megawati tersebut dilakukan bertujuan membuat Indonesia guyub.
"Sudah saatnya kita kembali membangun bangsa ini bersama-sama. Membangun ini bisa di dalam, bisa di luar pemerintah," ujar Andre dalam tayangan Sapa Indonesia Pagi, Kompas TV, dikutip TribunJabar.id, Kamis (25/7/2019).
• Dedi Mulyadi: Pertemuan Megawati dan Prabowo Biasa-biasa Saja
Lebih lanjut ia mengatakan, bagi Gerindra, menjadi oposisi pun adalah hal yang mulia.
Kendati demikian, dikatakan Andre, saat ini jalan politik yang akan diambil Gerindra adalah kewenangan Prabowo.
Hal itu berdasarkan pada keputusan rapat dewan pembina Partai Gerindra.
"Semuanya ada di tangan Pak Prabowo apakah di dalam pemerintah, atau di luar pemerintah," kata Andre Rosiade.
Sekali lagi, ia menegaskan, saat ini kompetisi telah selesai.

Andre mengatakan, Gerindra akan bersama-sama membangun Indonesia.
"Bersama-sama tak mengharuskan kami di dalam (pemerintah)," katanya.
Terkait dugaan ada syarat yang diajukan Gerindra seandainya partai tersebut berkoalisi dengan pemerintah, Andre membantahnya.
Menurutnya, tak ada syarat yang diajukan Gerindra, misalnya meminta kursi Ketua MPR.
"(Tapi) kalau ada kesempatan mengapa tidak? Karena sistem paket, harus kita diskusikan, harus berdialog berkomunikasi dengan parpol yang ada," ujar Andre.
• Usai Makan Siang Bersama Prabowo, Megawati: Beda Pendapat Biasa, Kenapa Diteruskan?
Secara terpisah, Kepala Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia, Aditya Perdana mengatakan, tak mudah membahas kesepakatan politik saat pertemuan Prabowo dan Megawati.
Pasalnya, akan ada resistensi di internal koalisi pendukung Prabowo dan Jokowi.
“Karena di dalam koalisi atau di partai politik baik itu Pak Jokowi atau Pak Prabowo bukan hal yang gampang juga untuk menerima atau menawarkan sesuatu,” kata Adit saat dihubungi Kompas.com, Rabu (24/7/2019), dikutip TribunJabar.id.
Menurutnya, Megawati yang kini berada dalam koalisi pendukung Jokowi, juga harus mempertimbangkan keberadaan partai pendukung Jokowi-Ma'ruf.

Partai-partai itu memang telah banyak bekerja demi kemenangan pasangan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019.
“Jadi kalau dari Pak Jokowi ingin menerima (tawaran politik dari Prabowo) itu bukan hal yang gampang diterima oleh kelompok partai-partai pendukung. Karena mereka kan pengen mengatakan bahwa ‘Kami ini sudah berkeringat gitu lho untuk membantu Pak Jokowi’ sehingga ada harga atau pandangan yang juga harus dihargai oleh Pak Jokowi dan tim,” katanya.
Sementara itu, di kubu Prabowo, Adit menilai pasti akan sulit menawarkan sesuatu.
"Pasti ada (beban) dari sisi psikologis, belum tentu mudah. Karena mereka kan bukan bagian perjuangannya koalisi tersebut,” kata Adit.