Peneliti FIB Unpad Latih Penanggulangan Trauma Pascabencana lewat Permainan Tradisional

Para peneliti FIB Unpad Sosialisasi dan Pelatihan Permainan Tradisional, Media Terapi Penanggulangan Trauma pada Anak Pasca- Bencana di Pangandaran

Peneliti FIB Unpad Latih Penanggulangan Trauma Pascabencana lewat Permainan Tradisional
Tribun Jabar/M Syarif Abdussalam
Para peneliti dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Permainan Tradisional Sebagai Media Terapi Penanggulangan Trauma pada Anak Pasca- Bencana bertempat di Hotel Horison Palma Pangandaran, 24 dan 25 Juli 2019. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Para peneliti dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Permainan Tradisional Sebagai Media Terapi Penanggulangan Trauma pada Anak Pasca- Bencana bertempat di Hotel Horison Palma Pangandaran, 24 dan 25 Juli 2019.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk luaran atau outcome dari Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT) Kementerian Riset, Teknologi, Pendidikan Tinggi Tahun 2019 dengan judul penelitian yang sama yang diketuai oleh Nani Darmayanti, Ph.D serta anggota Dr. Dian Ekawati dan Ani Rachmat, Ph.D.

Riset ini merupakan bentuk riset interdisipliner antara ilmu budaya dan psikologi yang dilatari pemikiran bahwa penanganan bencana yang efektif dan maksimal perlu memperhatikan pola pikir dan budaya masyarakat terkena bencana.

Acara sosialiasi dan pelatihan ini diikuti oleh peserta peserta dari empat dinas terkait di Kabupaten Pangandaran, yaitu Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga, dan Dinas Kesehatan.

Dalam penyampaian materi, FIB Unpad juga bekerja sama dengan Indonesia Bhadra Utama (IBU FOUNDATION) yaitu organisasi sosial kemanuasiaan yang bergerak dalam program kebencanaan dan pemberdayaan masyarakat yang didirikan sejak 2005.

Lokasi Samsat Keliling dan Samsat Gendong di Priangan Timur, Mulai dari Pangandaran Hingga Garut

Materi pelatihan disampaikan dengan metode interaktif dengan peserta berupa dinamika kelompok, simulasi permainan tradisional, diskusi kelompok, dan presentasi. Dari hasil pelatihan tersebut diharapkan peserta dapat memiliki pengetahuan, pemahaman, dan kepekaan lebih dalam tentang trauma pada anak terutama yang menjadi korban bencana.

Selain itu, peserta pelatihan ini dapat menjadi multiplikator yang dapat menyampaikan kembali pengetahuan mereka kepada masyarakat luas melalui dinas-dinas tempat mereka bekerja. Dengan demikian, terapi pada anak korban bencana menjadi lebih efisien dan terarah.

Adapun materi yang disampaikan di antaranya adalah Manajemen Bencana, Child Protection in Emergency (CPIE), dan RUMAH PENTAS (Ruang Ramah Anak Berbasis Permainan Tradisional).

Kegiatan dibuka oleh Ketua Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pangandaran Nana Ruhena.

81 Desa Terdampak Kekeringan, Pemkab Bandung Akan Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan

Dalam pengantar yang disampaikannya Nana menyampaikan apresiasi pada pelaksanaan kegiatan ini karena ini merupakan kegiatan penting yang harus dimiliki oleh SDM yang menangani bencana di Pangandaran karena Pangandaran sendiri merupakan wilayah dengan tingkat kekhawatiran dengan Peringkat ke-16 dari 519 Kabupaten kota di Indonesia dan peringkat ke-5 dari 27 Kabupaten dan Kota di Jawa Barat.

"Dari 13 jenis rawan bencana, ada 4 jenis yang kerap terjadi di Pangandaran yaitu LGBT atau Longsor, Gempa, Banjir, dan Tsunami," kata Nana.

Menyadari tingginya risiko bencana yang dimiliki Pangandaran, Nana menyatakan bahwa saat ini Pangandaran merupakan Kabupaten pertama di Jawa Barat yang memiliki tata ruang RT/RW yang sudah berbasis tata ruang bencana. Selain itu BPBD Pangandaran juga sudah memiliki PUSDAL OP yang menjadi penyedia data tunggal mengenai informasi bencana, serta beberapa program kesiap-siagaan lainnya. (Sam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved