Cerita Orangtua yang Anaknya jadi Korban Pencabulan, Pelaku Mengaku Nabi Bisa Melihat Masa Depan

IM (38) orangtua yang anaknya menjadi satu korban pencabulan sesama jenis menceritakan kisah anaknya agar orangtua l

Cerita Orangtua yang Anaknya jadi Korban Pencabulan, Pelaku Mengaku Nabi Bisa Melihat Masa Depan
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Kuasa hukum korban pencabulan didampingi Indonesia Law Enforcement memberikan keterangan pers di sebuah Kafe di Jalan Panembong Cianjur, Kamis (25/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - IM (38) orangtua yang anaknya menjadi satu korban pencabulan sesama jenis menceritakan kisah anaknya agar orangtua lainnya lebih berhati-hati.

Ia menginginkan modus pelaku LT (25) yang mengaku nabi untuk menghasut korbannya diungkap dan tersangka diberi hukuman setimpal di persidangan.

"Awalnya memang ada beberapa anak tak berani untuk ngomong ke orangtua, jadi pertama kali yang tahu itu teman saya dari cerita anaknya," ujar IM ditemui di sebuah kafe di Jalan Raya Panembong, Kabupaten Cianjur, Kamis (25/7/2019).

IM mengatakan, anak-anak ditekan jika berontak ada sanksi sosial di-bully di muka umum sehingga mereka takut ngomong ke orangtua.

"Pelaku bukan pendeta, gereja tak pernah mengangkat tersangka sebagai pendeta, ia hanya sebagai papah asuh yang mengaku nabi dan bisa melihat masa depan sehingga anak-anak takut," ujar IM.

IM mengatakan, pelaku melancarkan aksinya di sebuah vila di Cipanas, Cianjur yang tak jauh dari gereja. Ia mengatakan jemaat gereja di Cipanas bukan hanya dari Cianjur, tapi ada dari Cibubur, Jakarta, Malang, Rusia, bahkan Malaysia.

Bukan Cuma Lini Depan, Ini Kata Pemain Persib Bandung soal Kekuatan Bali United

"Anehnya setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu pelaku selalu melarang para orangtua untuk mengganggu acara yang disebut intern dan eksklusif," kata IM.

IM mengatakan, pelaku memberi nama grup eksklusif G26 untuk yang mengikuti kegiatan di akhir pekan tersebut.

IM akhirnya mencoba menggali informasi dari anaknya setelah ada kabar dari temannya. "Anak saya mengaku pernah dicabuli sejak kelas lima semester dua," kata IM.

Halaman
123
Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved