Boris dan Inge Dilepasliarkan di CA Patenggang, Diharapkan Bisa Beradaptasi dan Berkembang Biak

Si Boris dan Inge dilepasliarkan di Cagar Alam Patenggang. Diharapkan bisa beradaptasi dan berkembang biak.

Boris dan Inge Dilepasliarkan di CA Patenggang, Diharapkan Bisa Beradaptasi dan Berkembang Biak
Istimewa
Si Boris, Owa Jawa yang dilepasliarkan di Cagar Alam Patenggang, Rancabali, Kabupaten Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, RANCABALI - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jabar bersama The Aspinall Foundation Indonesia melepasliarakan sepasang primata Owa Jawa di Cagar Alam Patenggang, Rancabali, Kabupaten Bandung, Kamis (25/7/2019).

Kepala BBKSDA Jabar Ammy Nurwati seusai pelepasliaran mengatakan sepasang primata Owa Jawa tersebut bernama Boris (9) dan Inge (5).

Boris sendiri merupakan Owa Jawa jantan yang didonasikan oleh Kebun Binatang Balizoo.

"Sedangkan Inge merupakan Owa Jawa betina yang diselamatkan oleh BBKSDA Jabar bersama tim Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Cikananga, Sukabumi," ujarnya di Cagar Alam Patenggang, Rancabali tadi siang.

Ammy mengatakan pelepasliaran Owa Jawa ini merupakan kali pertama dilakukan di Cagar Alam Patenggang, setelah sebelumnya dilakukan hal serupa pada primata liar dilindungi jenis Surili pada 2018.

"Kegiatan pelepasliaran Owa Jawa ini merupakan salah satu dari tugas fungsi BBKSDA Jabar dalam rangka pengawetan dan perlindungan satwa liar dilindungi. Dan dari sisi aspek ekologi, memberikan penambahan jumlah populasi primata yang ada di sini," ujarnya.

Menurutnya dalam setiap Cagar Alam atau Hutan Lindung Kawasan Konservasi ini, BBKSDA senantiasa menjaga keawetan (kelestarian) potensi keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya, baik itu tumbuhan maupun satwa liar.

Si Inge, Owa Jawa yang dilepasliarkan di Cagar Alam Patenggang, Rancabali, Kabupaten Bandung.
Si Inge, Owa Jawa yang dilepasliarkan di Cagar Alam Patenggang, Rancabali, Kabupaten Bandung. Istimewa

Ammy menambahkan BBKSDA Jabar dan Aspinall sebelumnya juga pernah pelepasliarkan Owa Jawa di Kawasan Konservasi Hutan Lindung Gunung Tilu Rancabali.

"Kami berharap pasangan pasangan Boris dan Inge ini berhasil beradaptasi dan berkembang biak seperti yang sudah kami lalukakan di Gunung Tilu. Sehingga populasi Owa Jawa dapat kembali terlihat di kawasan ini (Patenggang)," ujarnya.

Country Director The Aspinall Founfation - Indonesia, Made Wedana, melalui Kepala Perawatan Satwa Sigit Ibrahim menuturkan sepasang Owa Jawa ini telah menjalani masa rehabilitasi kurang lebih satu tahun di Pusat Rehabilitasi Satwa Primata Jawa Aspinall.

"Sejauh ini pasangan Owa Jawa ini menunjukkan tanda-tanda liar. Mereka tidak mengidap atau terindikasi penyakit menular maupun virus sehingga kami bisa lepasliarkan ke habitatnya," ujarnya di Cagar Alam (CA) Patenggang tadi siang.

Menurutnya pemilihan CA Patenggang sendiri selain memiliki luasan yang cukup luas kurang lebih 128 hektare. Tim BBKSDA dan Aspinall juga sudah mengkaji berbagai potensi baik makanan maupun interaksi dengan hewan primata liar lainnya yang berada di CA Patenggang seperti Surili dan Lutung.

"Informasi tetakhir masyarakat setempat mendengar keberadaan Owa Jawa ini pada tahun 80-an. Sehingga kami ingin mengembalikan populasi atau spesies yang sempat hilang di Cagar Alam ini," ucapnya.

Empat Ekor Owa Jawa Kembali dilepasliarkan, Dwi Langsung Bergelantungan di Pohon

Kisah Billy, Bayi Owa Jawa Pertama yang Lahir Caesar dan Selamat, Kakaknya hanya Berumur 2 Hari

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved