Terungkap, Pertemuan Prabowo-Megawati Sudah Direncanakan Sejak Asian Games 2018

Saat itu Megawati bersama Joko Widodo disambut oleh Prabowo selaku Ketua Umum PB IPSI (Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia).

Wahyu Firmansyah/Tribunnews.com
Pesilat Indonesia, Hanifan Yudani Kusumah berpelukan dengan Presiden Jokowi dan Ketua IPSI, Prabowo Subianto usai meraih medali emas Asian Games Pencak Silat di kelas C (55kg - 60kg) di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta, Rabu (29/8/2018). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menjelaskan bahwa pertemuan antara Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang diselenggarakan hari ini, Rabu (24/7/2019) sudah direncanakan sejak gelaran Asian Games 2019 lalu di Jakarta.

Saat itu Megawati bersama Joko Widodo disambut oleh Prabowo selaku Ketua Umum PB IPSI (Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia) di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur.

Ketiganya menyaksikan bersama pertandingan cabang olahraga pencak silat Asian Games 2018 dan saat itu pula terjadi momentum mengejutkan tatkala salah satu pesilat Indonesia, Hanifan Yudani Kusumah memeluk Jokowi dan Prabowo dalam balutan bendera Merah Putih.

Menurut Hasto, Prabowo saat itu sudah menanyakan kapan bisa bertemu dengan Megawati.

“Saat itu Pak Prabowo memang sudah menanyakan kapan bisa diadakan pertemuan dengan Ibu Mega, katanya beliau kangen masakan nasi goreng Ibu Mega. Dan momen setelah Pilpres dirasa kedua belah pihak tepat untuk melaksanakan pertemuan,” ungkap Hasto ditemui di kediaman Megawati pada Rabu pagi.

Menurut Hasto pertemuan keduanya direncanakan berlangsung sekitar pukul 12.00 WIB dengan di awali makan siang bersama.

Hasto menjelaskan Megawati turun tangan langsung menyambut Prabowo terutama saat menyiapkan makan siang.

Ia menerangkan bahwa tak ada agenda khusus yang direncanakan untuk dibahas kedua belah pihak.

“Tentu dengan makan siang keduanya akan memulai pembahasan dengan hal ringan dan nostalgia karena keduanya sudah lama tidak bertemu. Pastinya akan membahas soal-soal kebangsaan karena walaupun berbeda pilihan politiknya tujuannya tetap membangun negeri ini,” ungkapnya.

Mengenai kemungkinan adanya pembahasan calon ketua MPR RI, Hasto mengaku belum bisa menjawab.

“Nanti kita lihat,” pungkas Hasto.(*)

Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved