Iseng Taruh Granat Mainan dekat Taman Istana, Petugas Kebersihan Didenda Rp 46 Juta

Elankovan mengaku bersalah dalam kasus ini. Disebutkan juga bahwa ia hanya ingin melihat reaksi warga sekitar jika melihat granat mainan itu.

CHANNEL NEWS ASIA / TODAY via Kompas.com
Elankovan Marimuthu (59), seorang petugas kebersihan Singapura yang dijatuhi denda Rp 46 juta karena perbuatan isengnya meletakkan granat mainan. 

TRIBUNJABAR.ID, SINGAPURA - Gara-gara iseng menaruh granat mainan dekat Taman Istana, seorang petugas kebersihan bernama Elankovan Marimuthu (59), harus membayar denda sebesar 4.500 dollar Singapura (sekitar Rp 46 juta) oleh pengadilan, pada Rabu (24/7/2019).

Elankovan mengaku bersalah dalam kasus ini. Disebutkan juga bahwa ia hanya ingin melihat reaksi warga sekitar jika melihat granat mainan itu.

Dalam sidang dijelaskan kronologis insiden yang terjadi pada 3 November 2017 silam, saat Elankovan secara tidak sengaja menemukan sebuah granat mainan saat bekerja menyapu sekitar Taman Istana pada pukul 07.00 pagi.

Dia menemukan granat mainan tersebut tergeletak di dekat hidran air di sepanjang Penang Lane.

Saat itu alih-alih membuang atau melaporkan temuannya, Elankovan justru meletakkan granat itu kembali dalam posisi tegak dan memasang penjepit untuk menahannya tetap pada posisinya, sebelum meninggalkannya.

"Dia melakukan hal itu karena dia ingin melihat bagaimana reaksi publik saat benda tersebut ditemukan," kata jaksa penuntut, dikutip Channel News Asia.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump Sebut Bisa Hapus Afghanistan dari Bumi, Begini Reaksi Taliban

Tanggapan Serius Kepolisian

Sekitar pukul 14.00 siang hari yang sama, akhirnya granat mainan itu dilihat oleh dua pengendara motor yang melintas di persimpangan jalan antara Penang Lane dengan Orchard Road.

Salah satu dari mereka lantas menghubungi polisi. Tak berselang lama, petugas keamanan dikerahkan ke lokasi temuan granat mainan itu, dengan polisi menutup area sekitar.

Sebanyak 39 petugas dikerahkan dari berbagai unit di Kepolisian Singapura, bersama dengan delapan anggota dari Kelompok Kimia, Biologis, Radiologis, dan Peledak Pertahanan Bersenjata Singapura, dan petugas lainnya menyisir daerah-daerah sekitar, termasuk stasiun MRT Dhoby Ghaut.

Halaman
123
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved