VIDEO-Cerita di Sekitar SD dan Pemakaman di Bandung yang Tergusur Kereta Cepat Jakarta-Bandung

DIALIHKAN. Bangunan SD Tirtayasa di Kampung Babakan Sayang, Desa Cibiru Hilir, Kecamatan Cileunyi, Kota Bandung, terkena...

DIALIHKAN. Bangunan SD Tirtayasa di Kampung Babakan Sayang, Desa Cibiru Hilir, Kecamatan Cileunyi, Kota Bandung, terkena dampak pembangunan

Kereta Cepat Jakarta Bandung. Saat ini, ratusan siswanya dialihkan ke SD Negeri Cibiru 10 dan SD Mekarbiru, masih di desa yang sama.

Pantauan Tribun di SD Tirtayasa, bangunan SD dengan tujuh ruangan itu masih berdiri di tengah area pembangunan kereta cepat. ‎Area sekeliling sekolah

yang dulunya sawah, pemukiman penduduk dan pemakaman, sudah diratakan dengan tanah. Suasana gersang dan kering terasa.

Aktifitas pembangunan kereta cepat terlihat dari balik jendela sekolah. Sejumlah pekerja proyek, sebagian di antaranya warga negara Tiongkok, hilir mudik

menggunakan sepeda motor dengan seragam birunya. Termasuk alat berat dan truk tampak hilir mudik.

Semua ruangan kelas sudah kosong. Hanya menyisakan debu dan sampah. Foto Presiden Joko Widodo yang sudah lusuh, tersimpan di lantai lorong

sekolah. Plang tertulis SD Tirtayasa masih berdiri.

Informasi yang dihimpun, sekolah itu sudah ada paling tidak sejak lima puluh tahun lalu. Nandang usianya sudah 50 tahun, warga Babakan Cimekar, alumni

sekolah itu. Ia memiliki warung di sekitar sekolah.

Halaman
123
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved