Mitos di Balik Jatuhnya Cessna di Sungai Rambatan Cimanuk, Orang Jateng dan Jatim Pantang Mendekat

Ada mitos di balik jatuhnya pesawat Cessna di Sungai Rambatan Cimanuk. Sungai itu pantang didekati oleh orang Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Mitos di Balik Jatuhnya Cessna di Sungai Rambatan Cimanuk, Orang Jateng dan Jatim Pantang Mendekat
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Para penyelam yang mencoba mencari korban pesawat Cessna 172 yang jatuh di Sungai Rambatan Cimanuk, Indramayu. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Ada mitos yang beredar di masyarakat terkait jatuhnya pesawat Cessna 172 di Sungai Rambatan Cimanuk, Kabupaten Indramayu.

Sepanjang Sungai Rambatan Cimanuk di Desa Lamaran Tarung, Blok Kijang Satu, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu pantang didekati oleh orang yang berasal dari daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Seorang warga sekitar, Nurhayati (38), mengatakan, sudah dari zaman dahulu mitos tersebut beredar di masyarakat setempat.

"Sudah banyak banget Mas (korbannya), pokoknya pantangan buat orang Jawa Tengah dan Jawa Timur lewat sungai ini," ujar dia.

Meski Sungai Rambatan Cimanuk tidak berbatasan langsung dengan Jawa Tengah tapi mitos tersebut sangat melekat dibenak masyarakat.

Masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur disebutkan Nurhayati, pantang berenang, mengambil air, mendekati sungai, dan lain-lain.

"Tapi kalau ke pemukiman masyarakat, sih, boleh," ujar dia.

Disampaikan Nurhayati, korban meninggal terakhir di Rambatan Sungai Cimanuk terjadi sekitar satu tahun kemarin, korban merupakan warga daerah Jawa Tengah.

"Katanya, sih, korban tidak percaya mitosnya, nyoba berenang-berenang, tapi malah jadi kenyataan dia meninggal," ujarnya.

Halaman
12
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved