Mata Air Asin di Tengah Ubud-nya Sumedang, Jadi Cikal Bakal Nama Desa

Unik, di tengah Ubud-nya Sumedang ada mata air asin. Ini menjadi cikal bakal nama desa.

Mata Air Asin di Tengah Ubud-nya Sumedang, Jadi Cikal Bakal Nama Desa
Tribun Jabar/Seli Andina Miranti
Mata air asin di tengah sawah. Ini menjadi cikal bakal nama satu desa di Sumedang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina Miranti

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG – Di tengah-tengah 'Ubud'-nya Sumedang, di Desa Ciuyah, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang, siapa sangka terdapat fenomena alam unik?

Di antara petak-petak sawah yang berundak-undak di kanan kiri Jalan Cisarua, terdapat mata air yang keluar dari tanah di sela-sela saluran irigasi.

Uniknya, mata air tersebut tidaklah bening dan tawar, melainkan sedikit keruh dan berasa asin ketika dicicip.

Air tersebut disebut warga sekitar sebagai cikal bakal nama desa mereka, Desa Ciuyah, atau dalam Bahasa Indonesia disebut air garam.

Menurut pantauan Tribun Jabar, Selasa (23/7/2019), berjarak 700 meter dari jalan besar, lokasi mata air asin tersebut tak terlihat secara langsung.

Warga yang ingin mendatangi mata air unik ini harus berjalan di antara pematang sawah dan pinggiran semen saluran irigasi untuk mencapainya.

"Jalannya, ya, begini, mengikuti pematang sawah," ujar Iptu Wawan Supriatna, Kapolsek Cisarua, yang ikut mendatangi mata air unik tersebut.

Mata airnya tampak sederhana. Berdiameter sekitar seratus sentimeter, mata air tersebut dibatasi oleh bebatuan berukuran sedang.

Air dari mata air tersebut mengalir bercampur dengan air dari sungai yang melewati irigasi.

"Coba saja, bersih ini sebetulnya, rasanya asin, tidak tawar," ujar Iptu Wawan Supriatna.

Setelah Pesta Sabu-sabu, 4 Warga Sumedang Ditangkap Polisi

Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved