Breaking News:

Kuota Magang di Ishinomaki Jepang bagi Lulusan SMK Jabar jadi 300 Orang, Naik 3 Kali Lipat

Kuota lulusan SMK di Jabar untuk menjadi nelayan di Kota Ishinomaki, Jepang, tahun ini bertambah tiga kali lipat.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ichsan
dok.tribun
ilustrasi SMK Jabar 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kuota lulusan SMK di Jabar untuk menjadi nelayan di Kota Ishinomaki, Jepang, tahun ini bertambah tiga kali lipat.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat selama ini menjalin kerja sama dengan salah satu kota yang memiliki perairan penghasil ikan terbesar di Jepang tersebut melalui MoU pada 2007. 

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat, Jafar Ismail, mengatakan sejak 2007 menjalin kerja sama tersebut dan saat ini sudah ada 22 angkatan lulusan SMK yang magang menjadi nelayan di Jepang. 

"Lama magangnya kan selama 3 tahun, kemudian sekarang ada aturan baru yang makin mempermudah lulusan SMK kita untuk bekerja di sana," ujar Jafar, Selasa (23/7/2019).

Menurut Jafar, Pemerintah Ishinomaki meminta Pemprov Jabar untuk meningkatkan jumlah nelayan yang akan magang sebanyak tiga kali lipat. Jumlah itu berdasarkan kebutuhan yang diajukan oleh pihak perusahaan perikanan di Jepang.

"Karena mereka akan membuka lapangan kerja atau menambah kebutuhan nelayan kita yang ada di sana menjadi tiga kali lipat. Kalau sekarang sudah ada 100 orang nanti akan ditambah menjadi 300 orang yang akan ada di Jepang," katanya.

Jafar mengatakan permintaan peningkatan jumlah lulusan SMK asal Jabar yang magang menjadi nelayan tersebut bukan tanpa alasan. Mengingat nelayan dari Jabar dikenal sebagai pekerja keras dan patuh peraturan. 

Nunung Desak Teman Saudara Cari Pengedar, Keluarga Tak Tegur Gelagat Anehnya yang Pakai Barang Haram

"Kemudian tidak ada banyak masalah, dan itu menjadi catatan tersendiri bagi mereka. Sehingga mereka sekarang meminta kepada Jabar untuk menambah kuota," katanya.

Jafar mengatakan Ishinomaki merupakan salah satu kota di Jepang dimana mayoritas penduduknya adalah nelayan yang menggantungkan hidup di sektor perikanan dan hasil tangkapannya disebar ke seluruh Jepang. Namun saat ini generasi muda di kota tersebut lebih tertarik bekerja di berbagai bidang lain, sehingga tidak mengekor pada profesi orang tuanya sebagai nelayan. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved