Gubernur Kepri Nonaktif Nurdin Basirun Diduga Terima Gratifikasi Rp 6,1 Miliar

Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) nonaktif, Nurdin Basirun, diduga menerima gratifikasi senilai Rp 6,1 miliar.

Gubernur Kepri Nonaktif Nurdin Basirun Diduga Terima Gratifikasi Rp 6,1 Miliar
Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (8/3/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) nonaktif, Nurdin Basirun, diduga menerima gratifikasi senilai Rp 6,1 miliar.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Jumlah tersebut merupakan hasil perhitungan uang dalam pecahan rupiah dan mata uang asing yang disita penyidik KPK saat menggeledah rumah Nurdin sebanyak dua kali.

"Jadi uang itu kami temukan dan itulah kemudian yang kami duga berasal dari gratifikasi. Persisnya terkait apa saja secara rinci tentu belum dapat kami sampaikan saat ini. Secara umum kami sampaikan gratifikasi itu berhubungan dengan jabatannya," kata Febri.

Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif Nurdin Basirun di Batam, KPK Tak Bawa Barang Bukti Apapun

Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun (kiri) berjalan menuju ruang pemeriksaan saat tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/7/2019). Nurdin Basirun diperiksa penyidik KPK usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) bersama lima orang lainnya terkait kasus dugaan suap perizinan reklamasi.
Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun (kiri) berjalan menuju ruang pemeriksaan saat tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/7/2019). Nurdin Basirun diperiksa penyidik KPK usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) bersama lima orang lainnya terkait kasus dugaan suap perizinan reklamasi. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/WSJ via Kompas.com)

Rinciannya, nilai total uang dalam pecahan rupiah sebesar Rp 3.737.240.000.

Terkait pecahan mata uang asing, jika dikonversikan dalam kurs tengah terkini, terdiri dari 180.935 dollar Singapura atau setara Rp 1.855.915.43; 38.553 dollar Amerika Serikat atau setara Rp 538.701.069; 527 ringgit Malaysia atau setara Rp 1.788.016. Kemudian, 500 riyal Arab Saudi atau setara Rp 1.860.539; 30 dollar Hong Kong atau setara Rp 53.666; dan 5 euro atau setara Rp 78.242.

Menurut Febri, KPK masih menelusuri sumber-sumber penerimaan gratifikasi tersebut. Selain gratifikasi, Nurdin juga diduga menerima suap terkait izin reklamasi.

Nurdin diduga menerima 11.000 dollar Singapura dan Rp 45 juta dari pihak swasta, Abu Bakar.

Uang itu diberikan lewat Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Edy Sofyan dan Kepala Bidang Perikanan Tangkap Budi Hartono. (Kompas.com/Dylan Aprialdo Rachman)

Tas dan Kardus Berisi Rp 3,5 Miliar Berserakan di Rumah Gubernur Kepri, Diduga dari Perkara Lain

Setelah OTT Gubernur Kepri, KPK Geledah Rumah Mantan Pejabat Pemprov Jatim

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved