Kerusuhan di Jakarta

Anggota Brimob Lakukan Kekerasan di Tengah Kerusuhan 21-22 Mei, Polisi Sebut Ini Pemicunya

Saat kerusuhan di Jakarta pada 21-22 Mei 2019, ada anggota Brimob yang melakukan tindak kekerasan pada seorang yang disebut perusuh, dekat Kedutaan Be

Anggota Brimob Lakukan Kekerasan di Tengah Kerusuhan 21-22 Mei, Polisi Sebut Ini Pemicunya
ANTARA FOTO/Reno via Kompas.com
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (tengah), Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra (kiri) dan Anjak Madya Divisi Humas Polri AKBP Muhammad Iqbal Alkudusi (kanan) memberikan keterangan pers pengungkapan kasus tindak pidana terorisme di Divhumas Polri, Jakarta, Selasa (23/7/2019). Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri berhasil meringkus seorang anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Sumatera Selatan bernama Novendri alias Abu Zahran alias Abu Jundi di Padang, Sumatera Selatan pada 18 Juli 2019 lalu yang merupakan salah satu bendahara JAD Indonesia yang bertugas mengatur pergerakan keuangan JAD. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Saat kerusuhan di Jakarta pada 21-22 Mei 2019, ada anggota Brimob yang melakukan tindak kekerasan pada seorang yang disebut perusuh, dekat Kedutaan Besar Spanyol, Jakarta Pusat.

Aksi tersebut pun terekam dalam video yang diberikan Komnas HAM kepada Polri.

Polisi beralasan, tindakan itu terpaksa dilakukan karena perusuh berusaha melawan.

Hal itu disampaikan Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra, di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2019).

"Kedutaan Spanyol itu kalau tidak salah ada yang melakukan perlawanan. Dikasih tindakan," ungkap Asep di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2019).

Berkas Perkara 75 Orang Perusuh di Kerusuhan 21-22 Mei Sudah Rampung, Segera Disidangkan

Sementara itu, ada pula video anggota Brimob yang memukul perusuh dengan menggunakan helm di dekat Markas Korps Brimob Polri, Petamburan.

Berdasarkan keterangan Asep, anggota Brimob melakukan hal itu untuk menenangkan keluarganya ketika markas mereka diserang perusuh.

"Itu untuk memberitahukan ke keluarganya, bahwa perusuh itu ada yang ditangkap, supaya mereka tenang," katanya.

Kemudian, anggota Brimob yang melakukan kekerasan terhadap petugas medis dipicu oleh temuan adanya alat-alat kekerasan.

"Jadi setelah petugas medis periksa, di mobil ambulans itu bukan perlengkapan medis. Tapi batu, alat-alat kekerasan," kata Asep.

Kepada anggota Brimob yang melakukan kekerasan telah dijatuhi hukuman kurungan di sel khusus selama 21 hari.

Selain itu, sanksi yang dapat berimbas pada karier, jabatan, pangkat, dan sekolah personel tersebut ke depan.

Sebelumnya, Komnas HAM menyerahkan beberapa video oknum kepolisian menganiaya pengunjuk rasa yang terlibat kerusuhan di pusat Jakarta tanggal 21-22 Mei 2019 lalu, kepada Polri.

"Kami datangkan lagi empat kasus. Kami putarkan videonya, kami kasih data-data dan itu diakui mereka (Polri)," ujar Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (22/7/2019), sebagaimana dikutip Antara.

Video penganiayaan oknum kepolisian itu terekam dari beberapa lokasi. Antara lain Kedutaan Besar Spanyol, Jalan H. Agus Salim dan dekat Markas Korps Brimob Polri Petamburan. (Kompas.com/Devina Halim)

Investigasi Kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Jakarta Hampir Tuntas, Polisi Tahu Penyebab Korban Meninggal

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved