Ribuan Ikan di KJA Saguling Mendadak Mati dalam Sepekan Ini, Berikut Dugaan Penyebabnya

Ribuan ikan di KJA Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat mendadak mati sejak satu pekan terakhir.

Ribuan Ikan di KJA Saguling Mendadak Mati dalam Sepekan Ini, Berikut Dugaan Penyebabnya
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Sejumlah Ikan mati di Keramba Jaring Apung (KJA) milik peternak ikan di wilayah Desa Galanggang dan Desa Pangauban, Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat. Foto diambil Senin (22/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Ribuan ikan di Keramba Jaring Apung (KJA) milik peternak ikan di wilayah Desa Galanggang dan Desa Pangauban, Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat mendadak mati sejak satu pekan terakhir.

Matinya sejumlah ikan tersebut karena diduga faktor perubahan cuaca ekstrem yang terjadi setiap tahun, sehingga para peternak ikan pun saat ini mengalami kerugian.

Seorang peternak ikan Wawan (31) mengatakan ratusan ikan miliknya mati sejak Rabu karena saat itu cuaca disana memang ekstrim dan itu diduga merupakan penyebab matinya ikan tersebut.

"Jenis ikan yang mati didominasi oleh ikan nila. Puncaknya minggu kemarin sampai ribuan (mati) karena banyak dikolam," ujar warga Kampung Cihamirung, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cihampelas ini saat ditemui di KJA Saguling, Senin (22/7/2019).

Setiap Hari Berton-ton Ikan Mati di Waduk Cirata

Menurutnya, penyebab kematian ikan secara mendadak tersebut diperkirakan akibat angin yang terus menerus kencang dan musim kemarau yang tengah berlangsung.

"Iya pasti karena faktor cuaca, jadi ikannya pada mati. Kalau ikannya mati terus diangkat baru bisa dijadikan asin. Tapi kalau sudah mati beberapa hari mah nggak enak dimakan dan berbahaya buat kesehatan," katanya.

Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Dedy Arief, mengatakan, pihaknya telah mendapat laporan terkait kematian ikan di KJA milik peternak tersebut.

"Namun, saya belum mengetahui jumlah total ikan yang mati. Kemungkinan karena adanya perubahan cuaca yang ekstrem dan terjadi tiap tahun," ujarnya.

Ini Baru Wow! 35 Ton Ikan Mati Mendadak di Sebuah Danau di China

Dedy mengatakan, air yang berada di Waduk Saguling pun saat ini sudah mengalami penyusutan ditambah suhu malam hari dibawah 16 derajat celcius.

Sehingga, kata dia, kondisi cuaca tersebut diduga yang menyebabkan ikan-ikan di KJA mendadak mengalami kematian, sehingga pihaknya menyarankan agar peternak mengurangi kepadatan jumlah ikan di keramba.

"Kami menyarankan peternak harus mengurangi kepadatan ikan dan beri vitamin C, serta atur pola pemberian pakan agar tidak menjadi limbah organik," katanya.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved