Puluhan Pengusaha Warung Eceran Dapat Pelatihan Managemen dan Teknologi dari Disperindag

Disperindag berkolaborasi dengan perusahaan ritel untuk menumbuhkan kemampuan managemen para pelaku UMKM di Kabupaten Bandung

Puluhan Pengusaha Warung Eceran Dapat Pelatihan Managemen dan Teknologi dari Disperindag
Tribun Jabar/Siti Fatimah
Ilustrasi-- Disperindag beri pelatihan untuk pengusaha warung eceran 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG- Menghadapi persaingan ekonomi digital 4.0 puluhan pengusaha warung eceran di sekitar Kecamatan Soreang dan Kutawaringin mendapat pelatihan managemen ritel dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan ( Disperindag ) Kabupaten Bandung.

Disperindag bekerja sama dengan satu di antara perusahaan ritel terbesar di Indonesia PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk.

Pelatihan digital ini diberikan di Gedung Bale Sawala, Pemkab Bandung Senin (22/07/2019).

"Kami sangat mendorong penggunaan aplikasi ini untuk kemudahan niaga pengusaha kecil di Kabupaten Bandung dalam menghadapi ekonomi digital 4.0," ujar Kepala Disperindag Kabupaten Bandung, Popi Hopipah di Soreang.

Disperindag bermitra dan berkolaborasi dengan perusahaan ritel untuk menumbuhkan kemampuan managemen para pelaku usaha mikro kecil menengah ( UMKM ) di Kabupaten Bandung terutama dalam bidang teknologi dengan penggunaan aplikasi alfamikro.

"Kami jelas ingin mengangkat investor dan para pengusaha UMKM, karena kami juga punya kewajiban untuk memajukan masyarakat kami terutama para IKM (industri kecil menengah)," ujarnya.

Kedapatan Merokok, 8 Warga di Kota Cirebon Diadili & Langsung Dihukum, Ini Denda yang Harus Dibayar

Sebagai Mantan Pengguna, Tessy Ungkap Gelagat Nunung saat Syuting Sebulan Lalu: Saya Tak Percaya

Menurutnya, selain Disperindag perlu adanya intervensi dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lain agar masyarakat terutama pedagang kecil melek terhadap IT (teknologi) seperti Diskominfo Kabupaten Bandung.

Sementara General Manager Member Relations Alfamart Dwi Aryo Damasto menuturkan, tidak sedikit usaha mikro kecil dan menengah tidak berkembang, bahkan merugi karena pengelolaan yang tidak baik.

"Salah satu contoh penyebab kerugian yakni karena tidak ada pencatatan dan pemisahan antara barang yang menjadi modal usaha dengan yang dikonsumsi sendiri," tuturnya.

Kondisi ini mendorong Alfamart sebagai salah satu ritel modern bekerja sama dengan Disperindag untuk memberikan pelatihan manajemen ritel yang dapat diikuti oleh pemiliki usaha warung.

Menurutnya, ada puluhan ribu UMKM yang telah menggunakan aplikasi Alfamikro untuk membeli berbagai produk dengan harga yang kompetitif dan pelayanan yang cepat.

Buntut Kecelakaan Maut Tewaskan 5 Orang, Polres Majalengka Bakal Panggil Pengelola Tol Cipali

"Sekarang total pengusaha yang menggunakan aplikasi Alfamikro di seluruh Indonesia mencapai 46 ribu. Hal itu mengalami peningkatan setiap tahunnya," ujarnya.

Ia menggambarkan, perkembangan itu semakin pesat dengan hitungan 10 ritel di setiap daerah dapat bermitra dengan 50 UMKM atau menjadi warung binaan.

"Keuntungannya, warung pesan kepada kita. Kita antar dan harga yang dijual dengan harga modal. Di Kabupaten Bandung sendiri ada sekitar 1.200 warung binaan," jelasnya.

Dalam pelatihan tersebut para peserta memperoleh materi terkait dengan manajemen penataan barang, pengaturan stok barang, manajemen keuangan (cash flow), tips mengamati tren pasar terkait produk yang sedang diminati, serta pelayanan termasuk penggunaan aplikasi. 

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved