Kedapatan Merokok, 8 Warga di Kota Cirebon Diadili & Langsung Dihukum, Ini Denda yang Harus Dibayar

Kedapatan merokok, delapan warga di Kota Cirebon diadili dan langsung dihukum. Ini denda yang harus dibayar.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: taufik ismail
istimewa
Sejumlah terdakwa yang melanggar Perda KTR saat disidang di meja hijau usai terjaring operasi yustisi di Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Senin (22/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Delapan orang di Kota Cirebon diseret ke meja hijau karena kedapatan merokok sembarangan.

Mereka diadili karena melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Kedelapan orang itu terjaring operasi yustisi di Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Senin (22/7/2019).

Kepala Bidang Penegakan Perda (Gakda) Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kota Cirebon, Buntoro Tirto, mengatakan operasi yustisi KTR itu merupakan tindak lanjut dari hasil supervisi yang dilakukan jajarannya dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon.

Menurut dia, masih ditemukan pelanggar-pelanggar yang tidak menghiraukan aturan KTR di beberapa tempat umum di Kota Cirebon.

"Selain itu, operasi yustisi KTR ini merupakan kegiatan rutin yang digelar dalam penegakkan perda," kata Buntoro Tirto kepada Tribun Jabar, Senin (22/7/2019).

Tak hanya menyasar kendaraan umum yang melintas di jalan Wahidin, pihaknya juga menyisir beberapa kantor pelayanan publik.

Ditemukan beberapa pelanggar di kantor PDAM Kota Cirebon dan RSD Gunung Jati Kota Cirebon.

"Di angkutan umum sudah mulai muncul lagi, terutama penumpang yang duduk di depan," ujar Buntoro Tirto.

Ia mengatakan, mereka yang terjaring langsung disidang di tempat dan divonis sesuai putusan hakim.

Hal tersebut berdasarkan skema operasi yustisi yang dilakukan jajarannya dan instansi terkait.

Menurut dia, para terdakwa langsung divonis untuk membayar denda sebesar Rp 20 ribu - Rp 25 ribu di tempat.

"Tadi juga sempat ada yang menolak, karena belum tahu ada aturan ini, padahal sudah hampir tiga tahun kami sosialisasikan," kata Buntoro Tirto.

Mengingat masih banyaknya pelanggar terutama di kendaraan-kendaaraan umum, ia berharap SKPD terkait ikut mengupayakan sosialisasi.

Ini agar penerapan Perda KTR di Kota Cirebon ini bisa semakin maksimal dan tidak ada lagi pelanggar yang ditemukan saat operasi yustisi digelar.

Dalang Asal Amerika Ini Sebut Pementasan Wayang Bisa Dikolaborasikan dengan Musik Modern

Turini Histeris Bisa Kembali ke Cirebon, 21 Tahun Hilang Tanpa Kabar Saat Jadi TKW di Arab Saudi

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved