Akibat Ikan Mati, Peternak di KJA Saguling Mengalami Kerugian Hingga Puluhan Juta Rupiah

Hal tersebut karena ternak ikan mereka mati sejak sepakan yang lalu akibat cuaca ektrim dan diperkirakan akibat angin yang terus menerus kencang dan m

Akibat Ikan Mati, Peternak di KJA Saguling Mengalami Kerugian Hingga Puluhan Juta Rupiah
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Ikan mati di KJA Saguling Kabupaten Bandung Barat. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Sejumlah peternak ikan di Keramba Jaring Apung (KJA) wilayah Desa Galanggang dan Desa Pangauban, Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat, mengalami kerugian belasan hingga puluhan juta rupiah.

Hal tersebut karena ternak ikan mereka mati sejak sepakan yang lalu akibat cuaca ektrim dan diperkirakan akibat angin yang terus menerus kencang dan musim kemarau ditambah airnya tercemar limbah.

Peternak ikan asal pangauban Saefulloh (57), mengatakan bahwa selain cuaca ekstrem, memang sejak dua hari air di KJA tersebut tercemar limbah, namun ia tidak mengetahui sumber limbah tersebut.

"Gak tahu limbah apa, itu ada dua hari biasanya hanya enam jam, sehingga ikan semuanya pada habis (mati) dan saya mengalami kerugian," ujarnya saat ditemui di KJA Saguling, Kabupaten Bandung Barat (22/7/2019).

Tiga Pejabat DLH KBB jadi Tersangka Korupsi, Begini Kata Bupati Aa Umbara

Ia mengalami kerugian karena akibat ikannya mati ia harus gagal panen, sehingga ikan yang sudah diternak harus dibuang. Sebab kalau tetap dijual dan dikonsumsi ikan tersebut akan berbahaya.

"Ikan yang mati itu dua kobak, hitungannya sekitar Rp 10 juta lebih paling sekitar itu kerugiannya. Kebanyakn ikan yang mati itu ikan nila," katanya.

Ikan mati di KJA Saguling Kabupaten Bandung Barat.
Ikan mati di KJA Saguling Kabupaten Bandung Barat. (Tribun Jabar/Hilman Kamaludin)

Hal senada dikatakan Udin (49), peternak ikan asal Desa Gelanggang, akibat ikannya pada mati ia mengaku harus mengalami kerugian Rp 15 hingga Rp 20 juta.

"Iya kalau mati ya pasti mengalami kerugian karena ikannya sudah tidak bisa lagi dikonsumsi ataupun dijual," ucapnya.

Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Dedy Arief, mengatakan bahwa pihaknya telah mendapat laporan terkait kematian ikan di KJA milik peternak tersebut.

"Namun, saya belum mengetahui jumlah total ikan yang mati. Kemungkinan karena adanya perubahan cuaca yang ekstrem dan terjadi tiap tahun," ujarnya.

Aktivitas Vulkanik Gunung Tangkuban Parahu Meningkat, Wistawan Diimbau Tak Dekati Kawah

Hasil Pemilu 2019, DPRD Kabupaten Bandung Barat Didominasi Wajah Lama, PKS Paling Banyak Dapat Kursi

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved