WNI Jadi Korban Pemerkosaan Politikus Malaysia, KBRI Kuala Lumpur Tunjuk Pengacara Khusus

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur menunjuk pengacara khusus untuk memonitor proses penegakan hukum atau watching brief.

Tribun Medan/Array A Argus
Ilustrasi korban pemerkosaan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA -- Kementerian Luar Negeri RI memberikan perlindungan hukum pada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban pemerkosaan politikus Malaysia.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur menunjuk pengacara khusus untuk memonitor proses penegakan hukum atau watching brief.

Hal itu disampaikan Pelaksana tugas Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI Judha Nugraha, di keterangannya Minggu (21/7/2019).

"KBRI juga telah meminta Pengacara Retainer untuk memberikan penjelasan dan legal advice kepada korban mengenai proses hukum di Malaysia," ucap Judha.

Ia menerangkan, Polisi Diraja Malaysia (PDRM) telah mengembangkan bukti-bukti penyidikan terhadap tersangka.

Sementara, korban yang berusia 23 tahun kini dalam kondisi membaik dan tenang berada di shelter KBRI Kuala Lumpur, sejak tanggal 12 Juli 2019 lalu.

"Pendampingan psikis terus dilakukan. PDRM juga menyediakan fasilitas konseling," lanjut dia.

KBRI Kuala Lumpur menunjuk Gooi & Azura Law Firm sebagai tim pengacara.

Gooi & Azura Lawa Firm merupakan tim pengacara yang pernah membela WNI Siti Aisyah dalam kasus persidangan pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Tersangka merupakan politisi lokal Malaysia, bernama Paul Yong.

Dia merupakan anggota dewan eksekutif Perak (Perak State Executive Council) dari Democratic Action Party (DAP) mewakili konstituen Tronoh.

Paul Yong mempekerjakan korban sebagai penata rumah tangga di rumah tersangka.

Korban melaporkan perbuatan tersangka pada 8 Juli 2019.(*)

Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved