Warga Khawatir Terperosok, Minta Pemerintah Segera Perbaiki Jembatan Bambu Reyot di Rancaekek

Jembatan bambu penghubung antara Desa Haurpugur dengan Desa Sangiang, Kecamatan Rancaekek

Warga Khawatir Terperosok, Minta Pemerintah Segera Perbaiki Jembatan Bambu Reyot di Rancaekek
tribunjabar/hakim baihaqi
Jembatan Penghubung Dua Desa Di Rancaekek Kondisinya Mengkhawatirkan, Banyak Bagian yang Patah 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Jembatan bambu penghubung antara Desa Haurpugur dengan Desa Sangiang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, yang sudah reyot dianggap membahayakan oleh warga.

Warga khawatir terperosok ke bawah jembatan atau ke aliran Sungai Citarik, terutama saat tinggi permukaan air (TMA) nyaris merendam sebagian badan jembatan swadaya tersebut.

Warga Kampung Bojongbaraja, Desa Haurpugur, Yeni (55), mengatakan, beberapa waktu lalu, ia melihat ada seorang warga yang nyaris terperosok ke dalam sungai, lantar di bagian pijakan jembatan rapuh.

"Untungnya tidak kenapa-kenapa, tidak sampai jatuh ke sungai," kata Yeni di Desa Haurpugur, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Minggu (21/7/2019).

Saat melintasi jembatan tersebut, kata Yeni, ia berjalan secara perlahan, karena kalau melangkah dengan kecepatan normal, jembatan itu goyang, ditakutkan kerusakan akan semakin parah.

"Pelan-pelan saja yang penting selamat," katanya.

BREAKING NEWS , Penampakan Jamal Preman Pensiun Sedang Diperiksa Polisi, Kasus Sabu-Sabu

Melintang di atas Sungai Citarik, jembatan bambu ini menjadi jalur alternatif bagi para pelintas dua wilayah, yakni dari Kampung Bojongbaraja, Desa Haurpugur dan Kampung Sangiang, Desa Sangiang.

Jembatan yang memiliki panjang 40 meter ini, mempunyai lebar satu meter. Untuk kontruksi jembatan, bambu satu dengan lainnya direkatkan menggunakan tali injuk dan ditanaman langsung ke dasar Sungai Citarik.

Hanya bisa dibisa dilintasi oleh pejalan kaki satu arah, membuat warga yang hendak melintas dari arah berlawanan terpaksa menunggu hingga penyeberang lainnya tiba, dilakukan agar tidak terperosok ke aliran sungai.

Berdasarkan pantauan Tribun Jabar, Minggu (21/7/2019), beberapa bagian jembatan mengalami kerusakan, sehingga terlihat, warga dari dua desa yang melintas berjalan tertatih-tatih karena jembatan dalam kondisi goyang.

Saat volume air Sungai Citarik meningkat, terutama pada saat musim hujan, jembatan tersebut selalu nyaris tertutup air, sehingga banyak warga mengurungkan niatnya untuk melintasi jembatan tersebut.

Gara-gara PKB dan PAN Rebutan Kursi, Penetapan Legislatif Kabupaten Cirebon Pun Diundur

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved