820 Hari Setelah Novel Baswedan Disiram Air Keras, Jokowi Beri Kapolri Tenggat Waktu 3 Bulan

Presiden Jokowi akhirnya memberi tenggat atau batas waktu untuk Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavia untuk dapat mengungkap pelaku penyerangan terhada

820 Hari Setelah Novel Baswedan Disiram Air Keras, Jokowi Beri Kapolri Tenggat Waktu 3 Bulan
ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A via Kompas.com
Penyidik KPK Novel Baswedan (kiri) bersama Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan di dekat kediamannya, di Kelapa Gading, Jakarta, Minggu (17/6/2018). Wadah Pegawai KPK mendesak Presiden Joko Widodo membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. 

Direktur Kantor Hukum dan HAM Lokataru Haris Azhar juga menilai, Presiden harusnya tidak perlu lagi menyerahkan pengusutan perkara penyerangan Novel Baswedan Baswedan kepada Polri.

Pasalnya, Polri bersama TGPF dinilai sudah gagal mengungkap pelaku penyiraman air keras.

"Saat ini, pengungkapan kasus Novel Baswedan bolanya ada di Jokowi. Sudah saatnya membentuk TGPF independen. Buat apa balik lagi ke kepolisian untuk ungkap kasus ini? TGPF bentukan Kapolri juga sudah gagal," ujar Haris.

Kata Pakar Hukum Tentang TGPF Novel Baswedan, Kalau Tidak Ada Tersangka, Ya Tidak Maksimal

Optimistis

Kendati dilanda pesimisme, Polri tetap optimistis dapat menindaklanjuti temuan TGPF Kasus Novel Baswedan Baswedan dalam waktu tiga bulan. Hal ini disampaikan Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Asep Adi Saputra.

"Kami tetap optimistis sejak awal setelah kejadian 11 April 2017 itu penyelidikan sampai ada masukan dari pemerintah juga rekomendasi Komnas HAM. Kami membuat tim pencari fakta itu, saya kira secara profesional dan independen, beliau-beliau sudah melakukan hal yang profesional, terbaik berdasarkan kemampuan dan kapasitasnya," kata Asep.

Asep menyebut tim teknis akan mendalami beberapa temuan TGPF, misalnya saksi-saksi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) yaitu rumah Novel Baswedan.

"Dari 2 rekomendasi penting yang disampaikan TPF ini akan terus didalami. Mengenai saksi sebelum kejadian yang ada TKP. Dan saksi di sekitar masjid itu saat kejadian. Itu memang temuan yang memang harus kami tindaklanjuti," ujar dia.

(Kompas.com/Ihsanuddin)

Mochamad Iriawan Bantah Diperiksa TGPF Kasus Novel Baswedan, Sebut Klarifikasi Ini

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved