820 Hari Setelah Novel Baswedan Disiram Air Keras, Jokowi Beri Kapolri Tenggat Waktu 3 Bulan

Presiden Jokowi akhirnya memberi tenggat atau batas waktu untuk Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavia untuk dapat mengungkap pelaku penyerangan terhada

820 Hari Setelah Novel Baswedan Disiram Air Keras, Jokowi Beri Kapolri Tenggat Waktu 3 Bulan
ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A via Kompas.com
Penyidik KPK Novel Baswedan (kiri) bersama Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan di dekat kediamannya, di Kelapa Gading, Jakarta, Minggu (17/6/2018). Wadah Pegawai KPK mendesak Presiden Joko Widodo membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. 

Kapolri memberi waktu enam bulan bagi tim tersebut untuk bekerja.

Namun, hingga masa waktu habis, pelaku penyerangan belum juga terungkap. TGPF hanya menemukan sejumlah temuan baru yang justru dianggap menyudutkan Novel Baswedan sebagai korban.

Misalnya, penyerangan ini diduga karena penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Novel Baswedan sebagai penyidik KPK.

6 Bulan TGPF Kerja dan Dianggap Gagal Ungkap Pelaku, Novel Baswedan Makin Terpukul

Konferensi pers hasil investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Novel Baswedan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (17/7/2019).
Konferensi pers hasil investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Novel Baswedan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (17/7/2019). (KOMPAS.com/Devina Halim)

TGPF kemudian merekomendasikan Polri membentuk tim teknis lapangan untuk menindaklanjuti temuan mereka.

Kapolri memasang target waktu enam bulan bagi tim teknis yang dipimpin Kabareskrim Komjen Idham Aziz untuk menindaklanjuti temuan TGPF.

Namun, Jokowi menilai waktu enam bulan yang diminta itu terlalu lama.

"Oleh sebab itu, kalau Kapolri kemarin sampaikan meminta waktu 6 bulan, saya sampaikan 3 bulan tim teknis ini harus bisa menyelesaikan apa yang kemarin disampaikan (TGPF)," kata Jokowi.

Namun, Jokowi enggan berandai-andai apakah ia pada akhirnya akan membentuk tim independen jika dalam waktu tiga bulan ke depan penyerang Novel Baswedan belum juga terungkap.

"Jangan sedikit-sedikit lari ke saya, tugas Kapolri apa," kata Jokowi.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta Presiden Joko Widodo tidak terus didesak membentuk tim independen untuk mengusut kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan.

Halaman
1234
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved