820 Hari Setelah Novel Baswedan Disiram Air Keras, Jokowi Beri Kapolri Tenggat Waktu 3 Bulan

Presiden Jokowi akhirnya memberi tenggat atau batas waktu untuk Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavia untuk dapat mengungkap pelaku penyerangan terhada

820 Hari Setelah Novel Baswedan Disiram Air Keras, Jokowi Beri Kapolri Tenggat Waktu 3 Bulan
ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A via Kompas.com
Penyidik KPK Novel Baswedan (kiri) bersama Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan di dekat kediamannya, di Kelapa Gading, Jakarta, Minggu (17/6/2018). Wadah Pegawai KPK mendesak Presiden Joko Widodo membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA — Presiden Jokowi akhirnya memberi tenggat atau batas waktu untuk Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavia untuk dapat mengungkap pelaku penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Sudah 820 hari setelah Novel Baswedan diserang dan disiram menggunakan air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2019.

Tetapi hingga kini kepolisian dan tim gabungan pencari fakta ( TGPF) belum dapat mengungkap dalang di balik perisitiwa ini.

"Saya beri waktu tiga bulan. Saya lihat nanti setelah tiga bulan hasilnya kayak apa," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (20/7/2019).

6 Kasus High Profile Ini Diduga Picu Balas Dendam dan Serangan Terhadap Novel Baswedan

Ini pertama kalinya Presiden Jokowi memberi tenggat waktu ke Kapolri untuk menyelesaikan kasus Novel Baswedan.

Sebelumnya, saat beberapa kali ditanya mengenai masalah tenggat waktu ini, Jokowi tak pernah menjawab dengan tegas.

Kepala Negara berulang kali mengungkapkan bahwa masih memercayakan sepenuhnya penyidikan kasus Novel Baswedan kepada Kapolri.

Oleh karena itu, ia belum mau membentuk tim gabungan pencari fakta ( TGPF) independen seperti yang dituntut oleh pihak Novel Baswedan dan aktivis antikorupsi.

TGPF versi Kapolri

Menjelang debat pilpres pada Januari 2019, Kapolri akhirnya membentuk TGPF untuk mengusut kasus Novel Baswedan. Meski ada unsur masyarakat sipil di dalamnya, anggota tim ini masih didominasi oleh penyidik dari Polri.

Halaman
1234
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved