Temui Jurnalis di Bandung, Komisi Yudisial Bahas Etika Peliputan Peradilan

Farid Wajdi, selaku Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Layanan Informasi KY menjelaskan bahwa isu peradilan merupakan topik yang menarik untuk me

Temui Jurnalis di Bandung, Komisi Yudisial Bahas Etika Peliputan Peradilan
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Farid Wajdi, selaku Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Layanan Informasi KY menjelaskan bahwa isu peradilan merupakan topik yang menarik untuk media massa, Kamis (17/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia menggelar pertemuan dengan sejumlah awak media yang membahas tentang sinergitas Komisi Yudisial dengan Media Massa untuk mengetahui peran media massa dalam mewujudkan akuntabilitas peradilan, di Hotel Aston Braga, Kota Bandung, Kamis (18/7/2019).

Farid Wajdi, selaku Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Layanan Informasi KY menjelaskan bahwa isu peradilan merupakan topik yang menarik untuk media massa.

"KY lahir dari tuntutan reformasi yang berperan strategis di dalam kekuasaan kehakiman melalui checks dan balances. Hal tersebut tidak terlepas dari peranan Pers sebagai kontrol sosial dan media informasi," kata Farid Wajdi, Kamis (18/7/2019).

Pria Gali Kuburan Ayahnya Beralasan untuk Temani Adik, Warga Kampung di Cianjur Heboh

Komisi Yudisial RI berinisiatif untuk menggandeng Dewan Pers agar media bisa memperoleh bahan pemberitaan dan mempublikasikan sesuai etika jurnalistik.

Hubungan tersebut bertujuan mewujudkan peradilan yang bersih dan bermartabat.

Melalui Farid Wajdi, KY menyadari bahwa isu yang berkaitan dengan pengawasan hakim, belum dipahami secara utuh oleh media.

Membantu hal tersebut, KY telah menerbitkan buku pada tahun 2017 yang berjudul "Panduan Peliputan Pengawasan Hakim".

Isi dari buku tersebut tentang panduan bagi Jurnalis saat meliput di Komisi Yudisial.

Menurut Farid, proses peliputan di KY berbeda dengan proses peliputan di lembaga penegak hukum lainnya, alasannya undang-undang mengamanatkan proses tersebut dilakukan secara tertutup dan rahasia.

Pertemuan tersebut dibuka oleh Sekretaris Jenderal Komisi Yudisial Tubagus Rismunandar Ruhijat sekira pukul 09.00 WIB.

Ia juga menyampaikan bahwa, tanpa bantuan media massa, maka kinerja KY tidak akan diketahui oleh publik.

Harapannya, relasi tersebut bisa terjalin dan terjaga agar peran pers untuk mewujudkan peradilan bersih semakin terasa manfaatnya.

Selain Farid Wajdi, beberapa narasumber juga turut hadir, antara lain Hendry Ch Bangun dari Dewan Pers, dan Abie Besman dari praktisi media.

Tahun Depan Bayi Baru Lahir Sudah Bisa Didaftarkan untuk Berangkat Haji

Ridwan Kamil Ikut Edit Foto Pakai Aplikasi FaceApp, Wajahnya Berubah Jadi Tua, Lihat Nih Fotonya

Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved