Tahun Depan Bayi Baru Lahir Sudah Bisa Didaftarkan untuk Berangkat Haji

Pemerintah pun akhirnya mengeluarkan kebijakan batas minimal pendaftaran haji, dari yang awalnya minimal berusia 12 tahun, kini bisa didaftarkan haji

Tahun Depan Bayi Baru Lahir Sudah Bisa Didaftarkan untuk Berangkat Haji
Capture Youtube
ilustrasi ibadah haji 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhammad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Masa tunggu antrean keberangkatan haji di Jawa Barat sudah mencapai 20 tahun.

Pemerintah pun akhirnya mengeluarkan kebijakan batas minimal pendaftaran haji, dari yang awalnya minimal berusia 12 tahun, kini bisa didaftarkan haji sejak 0 tahun.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah pada Kementerian Agama Kantor Wilayah Jawa Barat, Ajam Mustajam, mengatakan bahwa antrean panjang ini disebabkan sangat tingginya minat dan kemampuan warga untuk berhaji, ditambah keterbatasan kuota haji dari Arab Saudi.

"Kalau dulu yang didaftarkan haji itu minimal berusia 12 tahun, maka tahun depan bayi baru lahir pun sudah bisa didaftarkan untuk berangkat haji. Karena kini antreannya sudah selama 20 tahun," kata Ajam di Bandung, Jumat (19/7/2019).

ACT Berikan Belasan Ribu Liter Air Bersih Untuk Atasi Kekeringan di Tegal

Ajam mengatakan, kuota haji yang diberikan pemerintah Arab Saudi selalu bertambah tiap tahunnya, diiringi kapasitas pelayanan haji yang terus dibenahi. Namun, hal ini selalu diiringi peningkatan jumlah pendaftar haji.

Tahun ini, katanya, Jawa Barat memiliki kuota haji sebanyak 38.567 orang untuk jalur haji reguler, 285 orang tim pemimbing haji daerah, dan mendapat tambahan 346 kursi.

Setelah berbagai pembangunan masif di Tanah Suci, katanya, rencananya kuota haji Jawa Barat bisa bertambah jadi 60.000 orang pada 2032.

Kebijakan lainnya, jika dulu calon haji yang menyatakan batal berangkat akibat meninggal dunia dan masalah lain, langsung digeser oleh antrean selanjutnya, tahun ini orang yang gagal berangkat posisinya bisa digantikan ahli waris walaupun ahli warisnya belum daftar haji.

"Jadi pembatalan haji karena yang bersangkutan meninggal dunia atau tidak memenuhi syarat, bisa diganti oleh ahli warisnya," katanya.

Kebijakan lain yang diberlakukan tahun ini juga adalah zonasi. Semua jamaah haji asal Jabar ditempatkan di kawasan pemondokan Misfalah di Kota Mekkah.

Baik yang berjarak 400 meter maupun 1.600 meter dari Masjidil Haram, semua jamaah dilayani transportasi bus salawat 24 jam sehari.

Relawan Ridwan Kamil Bubar, Mantan Ketua Bantah Berhubungan dengan Penarikan Dukungan

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved