Forum Komunikasi Kepala SMK Swasta Jawa Barat Setuju SMK Direposisi

Ketua Forum Komunikasi Kepala SMK Swasta (FKKSMKS) Jawa Barat, Iwan, menyatakan pihaknya setuju soal rencana Gubernur

Forum Komunikasi Kepala SMK Swasta Jawa Barat Setuju SMK Direposisi
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Para siswa kelas X SMKN 1 Garut yang mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) diberi pengarahan oleh Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, Rabu (17/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilda Rubiah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua Forum Komunikasi Kepala SMK Swasta (FKKSMKS) Jawa Barat, Iwan, menyatakan pihaknya setuju soal rencana Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mereposisi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Iwan menuturkan, sudah seharusnya SMK dievaluasi guna menyesuaikan kebutuhan pasar kerja yang ada.

Hanya, kata Iwan, SMK pun harus didukung secara totalitas oleh pemerintah daerah dari segi pembiayaan Infrastruktur, penguatan SDM serta kebijakan lainnya.

"Menurut saya reposisi tidak juga harus menggugurkan sekolah tapi lebih mengarah mencari solusi dan pembinaan," ujar Ketua FKKSMKS Jabar, Iwan, kepada Tribun Jabar melalui pesan daring, Kamis (18/7/2019).

Iwan mengatakan, sebaiknya reposisi juga mendukung keberadaan SMK swasta yang telah membantu pemerintah dalam mecerdaskan anak bangsa.

Reposisi yang rasional melalui dukungan kepada SMK Khususnya SMK Swasta, baik dari segi kebijakan dan dukungan Finansial, sehingga kata Iwan, SMK mampu menghasilkan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, usaha dan industri.

Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kota Bandung, Muhammad Lukman, menambahkan diharapkan reposisi yang akan diterapkan itu dapat mendongkrak pengurangan angka pengangguran lulusan SMK sendiri.

Temui Jurnalis di Bandung, Komisi Yudisial Bahas Etika Peliputan Peradilan

Soal pengguguran SMK karena timpangnya jumlah SMK swasta berdiri, menurut Lukman, tidak semua SMK Kecil harus ditutup.

"Jika Kompetensi Keahlian memang sangat dibutuhkan/lapangan kerjanya banyak, dan atau SMK itu hanya satu-satunya sekolah di daerah itu, maka harus di dorong, dibantu baik sarana maupun SDMnya. Diluar itu silahkan ditutup," ujarnya.

Lukman menyarakan, SMK yang Kompetensi Keahliaannya sudah jenuh segera di tutup atau dikurangi, dengan catatan guru yang terdampak karena kekuarangan jam mengajar maka segera dicarikan solusinya.

Merger bebererapa SMK menjadi satu SMK, terutama SMK yang bernaung dibawah satu Yayasan, atau satu wilayah, katanya.

Ridwan Kamil Ikut Edit Foto Pakai Aplikasi FaceApp, Wajahnya Berubah Jadi Tua, Lihat Nih Fotonya

Diharapkan Lukman, selain hanya mereposisi, pemerintah juga memberikan bantuan kepada SMK terutama penyediaan SDM melalui pengangkatan PPPK sebagaimana kewenangan Pemerintah Daerah.

Lebih dari pada itu, kata Lukman, pemerintah juga dapat melengkapi sarana dan prasarana yang sesuai dengan tuntutan industri, sehingga tercapai tujuan SMK Juara.

Penulis: Hilda Rubiah
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved