Ayah Tega Aniaya Bayinya yang Derita Gizi Buruk, Ternyata Kumpul Kebo Bersama Pasangan Sejak 1996

Seorang ayah di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Abraham Sabneno alias Bram (45), tega menyiksa putrinya, DDS (2), yang menderita gizi buruk.

Ayah Tega Aniaya Bayinya yang Derita Gizi Buruk, Ternyata Kumpul Kebo Bersama Pasangan Sejak 1996
Dokumen Ilo
Bocah DDS saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum WZ Johannes Kupang. DDS didampingi ibunya Erni Lakusaba 

TRIBUNJABAR.ID, KUPANG - Seorang ayah di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Abraham Sabneno alias Bram (45), tega menganiaya putrinya, DDS (2), yang menderita gizi buruk.

Kasus ini pun langsung diselidiki Polsek Kupang Barat.

Selain penganiayaan, Bram juga dilaporkan ke polisi karena mengancam akan membunuh istrinya, Erni Lakusaba.

Kasubag Humas Polres Kupang Iptu Simon Seran, mengatakan, selama ini Bram tinggal bersama Erni Lakusaba, tanpa ada ikatan perkawinan yang sah.

"Keduanya selama kumpul kebo sejak tahun 1996 silam dan telah memiliki delapan orang anak," kata Simon dilansir dari Kompas.com, Kamis (18/7/2019) malam.

Diminta KTP untuk Poin Traveloka, Belasan Driver Ojol Tertipu, Kaget Ditagih Bank Rp 10 Juta

Menurut Simon, hal itu terungkap, setelah penyidik Polsek Kupang Barat melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk Erni Lakusaba.

Polisi yang menerima laporan dari korban Erni Lakusaba, kemudian menanyakan tentang status perkawinan antara korban dan pelaku, tapi keduanya ternyata belum menikah secara sah secara agama maupun pemerintah.

"Penyidik pun telah mengubah kasus tersebut menjadi kasus penganiayaan," sebut Simon.

Saat ini, polisi terus melakukan penyelidikan dan mengejar pelaku yang masih melarikan diri. "Korban sudah divisum dan dirawat di RSU WZ Johannes Kupang," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, DDS dianiaya oleh sang ayah Abraham Sabneno. Pelaku memukul anaknya di bagian tangan kanan dan kaki kiri hingga mengalami patah tulang.

Kasat Reskrim Polres Kupang Iptu Simson L Amalo, mengatakan, pihaknya belum dapat mengungkap penyebab penganiayaan itu.

Pelaku yang berprofesi sebagai petani itu diketahui sering menganiaya anak-anaknya, termasuk korban. Pelaku memiliki delapan orang anak. (Kompas.com/Sigiranus Marutho Bere)

Iwan Game, Pria Kelahiran Tasikmalaya yang Tangannya Terus Gerak Seperti Sedang Main Game

Berkedok Bisnis Rak Telur, Bandar Narkoba Jual Sabu di Sidrap, Miliki Aset Rp 16 Miliar

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved