VIDEO Tiga Forum Pendidikan Ungkap Dugaan Titipan Siswa Pada PPDB 2019

Tiga Forum pendidikan di Bandung melaporkan indikasi adanya pelanggaran titipan siswa pasca pengumuman PPDB 2019 ke Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat

Tiga Forum pendidikan di Bandung melaporkan indikasi adanya pelanggaran titipan siswa pasca pengumuman PPDB 2019 ke Ombudsman RI Perwakilan Jawa Barat, Kamis (18/7/2019).

Ketiga Forum tersebut adalah Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI), Forum Orang Tua Siswa (Fortusis) dan Asosiasi Komite Sekolah Indonesia (Askida).

Ketua FAGI, Iwan Hermawan, mengatakan pihaknya telah mengendus adanya penambahan kuota yang diduga di sekenario sejak awal.

Menurut Iwan, ada celah paska pengumuman PPDB disediakannya kuota titipan.

Berdasarkan Permendikbud dan Pergub No 25 2019 tentang PPDB dijelaskan bahwa jumlah peserta didik setiap rombel untuk SMA maksimal 36 peserta didik.

Sementara itu SMA Negeri di Jawa Barat khususnya Kota Bandung menentukan kuota 34 peserta didik per rombongan belajar pada PPDB Online.

"Kami curiga sengaja disepakati kuota 34 tak maximum agar disiapkan masuknya titipan-titipan, tentu khususnya di sekolah-sekolah dianggap favorit di kota Bandung," ujar Ketua Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI), Iwan Hermawan, kepada Tribun Jabar saat ditemui usai pelaporan di kantor Ombudsman Jabar, Kamis (18/7/2019).

Menurut Iwan, sebagai sasaran sekolah favorit memang sangat diminati masyarakat kalangan menengah ke atas.

Maka dengan berbagai cara mereka seolah-olah berpeluang mengakal-akali dengan pembuatan kartu KK aspal atau pun mendekati sekolah favorit.

Adapun jika dengan cara tersebut masih gagal lolos, maka mereka masih berupaya melalui celah dan peluang dengan mengosongkan kuota.

Menurut Iwan, saat peluang itu diisi, otomatis yang mengisi itu adalah dari luar jalur online, yakni offline.

"Jalur offline ini biasanya karena 3 alasan, pertama karena nepotisme atau dulur, kedua adanya uang, dan ketiga kedekatan atah atasan terhadap bawahan," paparnya.

Oleh karena itu pihaknya mengadu indikasi tersebut menyampaikan informasi benar tidaknya yang terjadi di lapangan tersebut.

Pihaknya menyerahkan indikasi tersebut sepenuhnya kepada ombudsman untuk melakukan investigasi.

Video dan artikel lainnya klik link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=DPw0i07vwA4&feature=youtu.be
Penulis: Hilda Rubiah
Video Production: Wahyudi Utomo

Penulis: Hilda Rubiah
Editor: yudix
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved