Ribuan Pesilat Akan Berjalan Kaki dari Gedung Merdeka dan Kumpul di Balai Kota Bandung, Ada Apa Ya?

Ribuan pesilat dan praktisi pencak silat akan berjalan dari Gedung Merdeka ke Plaza Balai Kota Bandung, Sabtu (20/7/2019)

Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Ketua Masyarakat Pencak Silat Indonesia, Edwin Senjaya di Gedung DPRD Kota Bandun, Kamis (18/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin
 
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ribuan pesilat dan praktisi pencak silat akan berjalan dari Gedung Merdeka ke Plaza Balai Kota Bandung, Sabtu (20/7/2019).

Hal tersebut merupakan rangkaian dari acara temu pendekar yang digelar 20-21 Juli di Balai Kota Bandung, yang akan dihadiri oleh pesilat dan praktisi pencak dari berbagai negara dan berbagai paguron.

Menurut Ketua Masyarakat Pencak Silat Indonesia, Edwin Senjaya, misi terbesar dalam dalam acara tersebut adalah upaya untuk melestarikan dan mengembangkan pencak silat sebagai warisan seni budaya leluhur.

“Selain itu misi tahun ini akan ada penetapan dari Unesco, apakah pencak silat akan ditetapkan sebagai warisan budaya dunia Indonesia non benda atau mungkin juga tidak. Kita berharap pencak silat ditetapkan dsebagai warisan budaya dunia Indonesia,” ujar Edwin, di Gedung DPRD Kota Bandun,Kamis (18/7/2019).

Edwin memaparkan, temu pendekar ketiga ini akan diikuti oleh 9 negara, ada  20 perguruan nasional yang ikut dalam sesi festival pencak silat, ada 30 perguruan nasional yang ikut dalam sesi eksibisinya.

“Negara tersebut yakni Italia, Swiss, Swedia, Skotlandia, Prancis, johor, Singapura, Belanda, Jerman, ditambah dengan Indonesia jadi sepuluh,” ujar Edwin.

Selain itu, kata Edwin diikuti oleh puluhan perguruan lain yang ikut dalam gelaran atau kirab festival pencak silat.

“Nanti kamk akan sama-sam berjalan kaki dari Gedung Merdeka, ke Plaza Balai Kota Bandung dan di sana akan digelar pembukaan. Ini akan diikuti oleh ribuan praktisi sekaligus pecinta seni beladiri pencak silat ini,” kata dia.

Edwin mengungkapkan, dalam rangkaian tersebut juga akan digelar perlombaan menggambar untuk anak tingkan SD dan TK, terkait pencak silat.

“Hal tersebut untuk menumbuhkan rasa cinta mereka terhadap seni budaya pencak silat,” kata dia.

Secara teknis, kata Edwin, pihaknya sudah siap untuk memnggelar even tersebut, bahkan kata dia panitia menyediakan akomndasi dan konsumsi untu para peserta secara cuma-cuma. Ia juga berterima kasih pada pemkot bandung dan semua pihak yang telah memberikan dukungannya.

“Mudah-mudahan even ini bisa berjalan dengan sukses. Saya mengajak kepada seluruh masyarakat khusunya Bandung dan Jabar, mari kita sukseskan acara ini cintai, lestarikan, budayakan, seni bela diri  pencak silat sebagai budaya leluhur kita, sekaligus sebagai alat untuk membela kedaulatan Negara Repubilik indonesia,” ucapnya.

Ke depan Edwin berharap, seni budaya tradisional pencak silat bisa lebih mendunia, seperti wushu, terdapat kejuaraan olahraganya dan ada kejuaraan  seni budaya tradisionalnya.

“Jadi tidak hanya pertandingan olahraganya saja, tapi ada juga pertandingan seni budaya tradisional pencak silat,” ucapnya.

Bek Persib Bandung Optimis Timnas Indonesia Lolos dari Fase Grup Kualifikasi Piala Dunia 2022

Hadapi Blitar Bandung United Tanpa Al Hadji Bek Andalan, Ini Pengganti yang Disiapkan PSMS Medan

Ini Pesan Jupe untuk Indra Mustafa dan Saepuloh Maulana, Jelang Persib Bandung Hadapi PSIS Semarang

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved